Source: http://www.amronbadriza.com/2012/10/cara-membuat-popup-window-di-blog.html#ixzz2QgZ7w0A2

Selamat Datang Di Blog Rams Aroza

Selamat Datang Di Blog Rams Aroza

Selasa, 04 November 2014

Membuat Jaringan Komputer dengan Nirkabel (Wireless) di Windows 7

Pada 2012-11-26 21:02:52 WIB | Oleh  | Dibaca 4669 kali | 2 Komentar. 

Jaringan Nirkabel(Wireless).
Koneksi yang menghubungkan antar komputer atau jaringan komputer dapat dibuat menggunakan kabel LAN atau teknologi Nirkabel (Wireless). Dalam penggunaan Jaringan Komputer, Komputer bisa terhubung satu sama lain, sehingga memudahkakan penggunaan data bersamaan. Manfaat Penggunaan Jaringan Komputer (Computer Network) ini antara lain :
  • Membagi data,
  • Berbagi arsip atau berkas,
  • Berbagi penggunaan mesin cetak (Printer),
  • Berbagi penggunaan perangkat keras lain seperti mesin fax,
  • Berbagi Akses ke Internet,
  • Mengerjakan Tugas bersamaan,
  • Menonto Film/Video bersama,
  • Pemantauan (Monitoring),
  • Bermain Permainan Komputer (PC Game) bersama-sama, baik duel maupun berkelompok,
  • Berkomunikasi,
  • Memberikan Perintah,
  • Melakukan Perawatan Komputer,
  • dan lain-lain.
Jika Komputer (PC) atau Laptop (Baik Notebook maupun Netbook) Anda memiliki fitur Nirkabel (Wireless), Anda bisa membuat jaringan komputer tanpa harus bergantung pada kabel jaringan. Keuntungan menggunakan Jaringan Nirkabel ini diantaranya :
  • Bebas penggunaan tanpa batas kabel yang umumnya pendek,
  • Tidak menyulitkan Pengguna jika ingin berpindah tempat,
  • Biaya lebih hemat (Dibandingkan dengan pembelian kabel yang lebih pada penggunaan jaringan yang banyak),
  • Jangkauan Koneksi bisa luas,
  • dan sebagainya.
Meskipun masing-masing punya kelebihan dan kelemahan, penggunaan Jaringan Nirkabel juga bisa dipertimbangkan sebagai pilihan yang menguntungkan.
Pada artikel ini Saya akan menjelaskan cara membuat koneksi/jaringan komputer menggunakan Teknologi Nirkabel (Wireless) pada Windows 7.
Pastikan Fitur Nirkabel (Wireless) di komputer Anda telah diaktifkan.
1. Pada Sistem Operasi Windows 7, buka "Control Panel" -> "Network and Internet".
Kemudian klik pada "Network and Sharing Center".
2. Pada bagian "Change your networking setting", klik pada "Set up a new connection or network".
Sehingga tampil jendela seperti berikut :
Jendela
3. Pada pilihan koneksi, gulung (scroll) ke bagian paling bawah, kemudian pilih "Set up a wireess ad hoc (computer-to-computer) network", klik tombol "Next".
4. klik tombol "Next" lagi, sampai muncul jendela seperti berikut :
Jendela

Isilah nama jaringan, pilih jenis keamanan yang dibutuhkan (jika Anda tidak tahu harus memilih yang mana, biarkan pilihan WPA2-Personal terpilih), dan sandi (minimal 8 karakter).
Dalam contoh di atas, Saya memberi nama Jaringannya dengan "Jaringan GS", dengan jenis keamanan "WPA2-Personal", dan sandi "qwertyuiop" tanpa tanda kutip.
Centang bagian "Save this network" jika Anda akan menggunakannya pada waktu lain (Digunakan berkali-kali pada waktu yang berbeda, hal ini untuk menghemat waktu pembuatan koneksi saat ingin digunakan.
Klik tombol "Next" untuk melanjutkan pembuatan.
5. Jika berhasil, tampilan jendela akan seperti berikut :
Tampilan Pembuatan Jaringan Nirkabel Berhasil.
Klik tombol "Close" untuk menutup jendela.
Selamat!^^ Sampai tahap ini, Anda sudah bisa terhubung dengan komputer lain. Pastikan Komputer lain yang memiliki teknologi nirkabel mengoneksikan jaringan yang Anda buat untuk memulai berkoneksi ria!~
--
Jika Anda atau si Pembuat Koneksi ini telah terhubung ke Jaringan Internet, Anda akan melihat tombol "Turn on Internet connection sharing" seperti tampilan di atas.
Lakukan klik pada tombol tersebut untuk mengaktifkan pembagian koneksi Internet pada Jaringan Anda.
--
Perhatian!
Dalam memilih sandi, disarankan menggunakan sandi yang hanya sekali pakai, dan hindari menggunakan jaringan terlalu lama. Jika Jaringan sudah tidak digunakan, disarankan langsung memutuskan (disconnect) sambungan jaringan nirkabel yang tersebut. Jika ingin digunakan kembali, silakan sambungkan dengan melakukan klik pada tombol "Connect".

Oke, jika ada pertanyaan untuk hal yang belum dijelaskan di sini, silakan buat komentar di bagian bawah \/.
Semoga Bermanfaat Smile!


telah diubah pada 21:18:46,2012-11-26 Waktu Indonesia Barat(WIB)


Membuat Jaringan Komputer dengan Nirkabel (Wireless) di Windows 7 oleh 
Kode QR untuk artikel ini
Kode QR
Garis
Tentang Penulis
Foto Profil neartoyou[Donatur]
Azhar Rafiq [neartoyou]
+2973
Love to Learn.

Google + : 
Twitter : 
Garis

Garis
comments powered by Disqus

Baca Selengkapnya: http://www.garudasaiber.web.id/belajar/10/membuat-jaringan-komputer-dengan-nirkabel--wireless--di-windows-7#ixzz3I6dh7N9b
Follow us: @GarudaSaiber on Twitter

Teknik Budidaya Buah Pepaya

Teknik Budidaya Buah Pepaya – Budidaya Petani. Buah Pepaya sering kita jumpai di pasar tradisional dan pasar swalayan, namun tidak semua orang tahu bagaimana cara budidaya tanaan pepaya tersebut. Berikut adalah Cara Budidaya Buah Pepaya.

Budidaya Pepaya

Teknik Budidaya Buah Pepaya

 


1. SEJARAH SINGKAT
Pepaya merupakan tanaman buah berupa herba dari famili Caricaceae yg berasal dari Amerika Tengah & Hindia Barat bahkan kawasan sekitar Mexsiko & Coasta Rica. Tanaman pepaya banyak ditanam orang, baik di daeah tropis maupun sub tropis. di daerah-daerah basah & kering atau di daerah-daerah dataran & pegunungan (sampai 1000 m dpl). Buah pepaya merupakan buah meja bermutu & bergizi yg tinggi.

2. JENIS TANAMAN PEPAYA
1) Pepaya Jantan
Pohon pepaya ini memiliki bunga majemuk yg bertangkai panjang & bercabang-cabang. Bunga pertama terdapat pada pangkal tangkai. Ciri-ciri bunga jantan ialah putih/bakal buah yg rundimeter yg tidak berkepala, benang sari tersusun dengan sempurna.
2) Pepaya Betina
Pepaya ini memiliki bunga majemuk artinya pada satu tangkai bunga terdapat beberapa bunga. Tangkai bunganya sangat pendek & terdapat bunga betina kecil & besar. Bunga yg besar akan menjadi buah. Memiliki bakal buah yg sempurna, tetapi tidak mempunyai benang sari, biasanya terus berbunga sepanjang tahun.
3) Pepaya Sempurna
Memiliki bunga yg sempurna susunannya, bakal buah & benang sari dapat melakukan penyerbukan sendiri maka dapat ditanam sendirian. Terdapat 3 jenis pepaya sempurna, yaitu:
  1. Berbenang sari 5 & bakal buah bulat.
  2. Berbenang sari 10 & bakal buah lonjong.
  3. Berbenang sari 2 - 10 & bakal buah mengkerut.
Pepaya sempurna mempunyai 2 golongan:
  1. Yang dapat berbunga & berbuah sepanjang tahun.
  2. Yang berbuah musiman.
Jenis pepaya yg banyak dikenal orang di Indonesia, yaitu:
  1. Pepaya semangka, memiliki daging buah berwarna merah semangka, rasanya manis.
  2. Pepaya burung, warna daging buah kuning, harum baunya & rasanya manis-asam.[jenis pepaya]
3. MANFAAT TANAMAN PEPAYA
  1. Buah masak yg populer sebagai “buah meja”, selain untuk pencuci mulut juga sebagai pensuplai nutrisi/gizi terutama vitamin A & C. Buah pepaya masak yg mudah rusak perlu diolah dijadikan makanan seperti sari pepaya, dodol pepaya. dlm industri makanan buah pepaya sering dijadikan bahan baku pembuatan (pencampur) saus tomat yakni untuk penambah cita rasa, warna & kadar vitamin.
  2. Dalam industri makanan, akarnya dapat digunakan sebagai obat penyembuh sakit ginjal & kandung kencing.
  3. Daunnya sebagai obat penyembuh penyakit malaria, kejang perut & sakit panas. Bahkan daun mudanya enak dilalap & untuk menambah nafsu makan, serta dapat menyembuhkan penyakit beri-beri & untuk menyusun ransum ayam.
  4. Batang buah muda & daunnya mengandung getah putih yg berisikan enzim pemecah protein yg disebut “papaine” sehingga dapat melunakan daging untuk bahan kosmetik & digunakan pada industri minuman (penjernih), industri farmasi & textil.
  5. Bunga pepaya yg berwarna putih dapat dirangkai & digunakan sebagai “bunga kalung” pengganti bunga melati atau sering dibuat urap. Batangnya dapat dijadikan pencampur makanan ternak melalui proses pengirisan & pengeringanu.[manfaat pepaya]
4. SENTRA PENANAMAN PEPAYA
Di Indonesia tanaman pepaya tersebar dimana-mana bahkan telah menjadi tanaman perkarangan. Senrta penanaman buah pepaya di Indonesia adalah daerah Jawa barat (kabupaten Sukabumi), Jawa Timur (kabupaten Malang), Pasar Induk Kramat Jati DKI, Yogyakarta (Sleman), Lampung Tengah, Sulawesi Selatan (Toraja), Sulawesi Utara (Manado).

5. SYARAT TUMBUH PEPAYA
5.1. Iklim
  1. Angin diperlukan untukpenyerbukan bunga. Angin yg tidakterlalu kencang sangat cocok bagi pertumbuhan tanaman.
  2. Tanaman pepaya tumbuh subur pada daerah yg memilki curah hujan 1000-2000 mm/tahun.
  3. Suhu udara optimum 22-26 derajat C.
  4. Kelembaban udara sekitar 40%.
5.2. Media Tanam
  1. Tanah yg baik untuk tanaman pepaya adalah tanah ynag subur & banyak mengandung humus. Tanah itu harus banyak menahan air & gembur.
  2. Derajat keasaman tanah ( pH tanah) yg ideal adalah netral dengan pH 6-7.
  3. Kandungan air dlm tanah merupakan syarat penting dlm kehidupan tanaman ini. Air menggenang dapat mengundang penyakit jamur perusak akar hingga tanaman layu (mati). Apabila kekeringan air, nama tamanan akan kurus, daun, bunga & buah rontok. Tinggi air yg ideal tidak lebih dlm daripada 50–150 cm dari permukaan tanah.
5.3. Ketinggian Tempat
Pepaya dapat ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 700 m–1000 m dpl.[syarat tumbuh pepaya]

Budidaya Tanaman Pepaya

Teknik Budidaya Buah Pepaya

6. PEDOMAN BUDIDAYA PEPAYA
6.1. Pembibitan pepaya
  1. Persyaratan Bibit/Benih : Sebagai bibit dipergunakan biji, meskipun pohon pepaya dapat di okulasi. Untuk memperoleh biji bakal bibit yg baik & murni dilakukan melalui pembijian sendiri dengan jalan perkawinan buatan. Cara perkawinan buatan ada 2 yaitu:
    1. Bunga-bunga dari tanaman betina ambil yg besar, dibungkus dengan kertas plastik selama 2 hari, sebelumnya bunga-bunga betina membuka. Pada waktu bunga-bunga itu membuka lakukan penyerbukan dengan bungan-bunga jantan yg di kepyok-kepyokan di atas bunga betina. Perkawinan di lakukan hingga 3 kali
    2. Cari pepaya yg berbunga & berbuah terus menerus pilihlah bunga elongata yg terbesar yg hampir mekar & terletak pada ujung tangkai Kemudian bunga tersebut dibungkus dengan kantung agar tidak diserbuki secara alami oleh bunga lain selama 10 hari. Biji-biji yg digunakan sebagai bibit diambil dari buah-buah yg telah masak benar & berasal dari pohon pilihan. Buah pilihan tersebut di belah dua untuk diambil biji-bijinya. Biji yg dikeluarkan kemudian dicuci bersih hingga kulit yg menyelubungi biji terbuang lalu dikeringkan ditempat yg teduh. Biji yg segar digunakan sebagai bibit. Bibit jangan diambil dari buah yg sudah terlalu masak/tua & jangan dari pohon yg sudah tua.
  2. Penyiapan Benih : Kebutuhan benih perhektar 60 gram (.... 2000 tanaman). Benih direndam dlm larutan fungisida benomyl & thiram ( Benlate T) 0,5 gram/liter kemudian disemai dlm polybag ukuran 20 x 15 cm. Media yg digunakan merupakan campuran 2 ember tanah yg di ayak ditambah 1 ember pupuk kandang yg sudah matang & diayak ditambah 50 gram TSP dihaluskan ditambah 29 gram curater/petrofar. Biji-biji yg sudah dikeringkan, jika hendak ditanam harus diuji terlebih dahulu. Caranya biji-biji, yg ditangguhkan dipergunakan sebagai bibit.
  3. Teknik Penyemaian Benih : Benih dimasukan pada kedalaman 1 cm kemudian tutup dengan tanah. Disiram setiap hari. Benih berkecambah muncul setelah 12-15 hari. Pada saat ketinggiannya 15-20 cm atau 45-60 hari bibit siap ditanam. Biji-biji tersebut bisa langsung ditanam/disemai lebih dahulu. Penyemaian dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum bibit persemaian itu dipindahkan kekebun.
  4. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian : Pada persemaian biji-biji ditaburkan dlm larikan (barisan ) dengan jarak 5-10 cm. Biji tidak boleh dibenam dalam-dalam, cukup sedalam biji, yakni 1 cm. Dengan pemeliharaan yg baik, biji-biji akan tumbuh sesudah 3 minggu ditanam.
  5. Pemindahan Bibit : Bibit-bibit yg sudah dewasa, siktar umur 2-3 bulan dapat dipindahkan pada permulaan musim hujan.
6.2. Pengolahan Media Tanam Pepaya
1) Persiapan
Lahan dibersihkan dari rumput, semak & kotoran lain, kemudian dicangkul/dibajak & digemburkan.
2) Pembentukan Bedengan
Bentuk bedengan berukuran lebar 200-250 cm, tinggi 20-30 cm, panjang secukupnya, jarak antar bedengan 60 cm. Buat lobang ukuran 50 x 50 x 40 cm di atas bedengan, dengan jarak tanam 2 x 2,5 m.
3) Pengapuran
Apabila tanah yg akan ditanami pepaya bersifat asam (pH kurang dari 5), setelah diberi pupuk yg matang, perlu ditambah ± 1 kg dolomit & biarkan 1-2 minggu.
4) Pemupukan
Sebelum diberi pupuk, tanah yg akan ditanami pepaya harus dikeringkan satu minggu, setelah itu tutup dengan tanah campuran 3 blek pupuk kandang yg telah matang.

6.3. Teknik Penanaman
1) Pembuatan Lubang Tanam
Untuk biji yg disemai, sebelum bibit ditanamkan bibit, terlebih dahulu harus dibuatkan lubang tanaman. Lubang-lubang berukuran 60 x 60 x 40 cm, yg digali secara berbaris. Selama lubang-lubang dibiarkan kosong agar memperoleh cukup sinar matahari. Setelah itu lubang-lubang diisi dengan tanah yg telah dicampuri dengan pupuk kandang 2-3 blek. Lubang-lubang yg ditutupi gundukan tanah yg cembung dibiarkan 2-3 hari hingga tanah mengendap. Setelah itu baru lubang-lubang siap ditanami. Lubang-lubang tersebut diatas dibuat 1-2 bulan penanaman. Apabila biji ditanam langsung ke kebun, maka lubang-lubang pertanaman harus digali terlebih dahulu. Lubang-lubang pertanaman untuk biji-biji harus selesai ± 5 bulan sebelum musim hujan.
2) Cara Penanaman
Tiap-tiap lubang diisi dengan 3-4 buah biji. Beberapa bulan kemudian akan dapat dilihat tanaman yg jantan & betina atau berkelamin dua.
6.4. Pemeliharaan Tanaman Pepaya.
  1. Penjarangan & Penyulaman : Penjarangan tanaman dilakukan untuk memperoleh tanaman betina disamping beberapa batang pohon jantan. Hal ini dilakukan pada waktu tanaman mulai berbunga.
  2. Penyiangan : Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan penyiangan (pembuangan rumput). Kapan & berapa kalli kebun tersebut harus disiangi tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.
  3. Pembubunan : Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan pendangiran tanah. Kapan & berapa kalli kebun tersebut harus didangiri tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.
  4. Pemupukan : Pohon pepaya memerlukan pupuk yg banyak, khususnya pupuk organik, memberikan zat-zat makanan yg diperlukan & dapat menjaga kelembaban tanah. Cara pemberian pupuk:
    1. Tiap minggu setelah tanam beri pupuk kimia, 50 gram ZA, 25 gram Urea, 50 gram TSP & 25 gram KCl, dicampur & ditanam melingkar.
    2. Satu bulan kemudian lakukan pemupukan kedua dengan komposisi 75 gram ZA, 35 gram Urea, 75 gram TSP, & 40 gram KCl.
    3. Saat umur 3-5 bulan lakukan pemupukan ketiga dengan komposisi 75 gram ZA, 50 gram Urea, 75 gramTSP, 50 gram KCl.
    4. Umur 6 bulan & seterusnya 1 bulan sekali diberi pupuk dengan 100 gram ZA, 60 gram Urea, 75 gramTSP, & 75 gram KCl.
  5. Pengairan & Penyiraman : Tanaman pepaya memerlukan cukup air tetapi tidak tahan air yg tergenang. Maka pengairan & pembuangan air harus diatur dengan seksama. Apalagi di daerah yg banyak turun hujan & bertanah liat, maka harus dibuatkan parit-parit. Pada musim kemarau, tanaman pepaya harus sering disirami.[pedoman budidaya pepaya]
7. HAMA & PENYAKIT PEPAYA
7.1. Hama Pepaya
  1. Kutu tanaman (Aphid).
    • Ciri: badan halus panjang 2-3 mm berwarna hijau, kuning atau hitam. Memiliki sepasang tonjolan tabung pada bagian belakang perut, bersungut & kaki panjang. Kutu dewasa, ada yg bersayap & tidak. Merusak tanaman dengan cara menghisap cairan dengan pencucuk penghisap yg panjang di bagian mulut.
    • Pemberantasan: tungau tungau daun diberantas dengan penyemprotan tepung derris atau tepung belerang.
7.2. Penyakit
Penyakit yg sering merugikan tanaman pepaya adalah penyakit yg disebabkan oleh jamur, virus mosaik, roboh semai, busuk buah,leher akar, pangkal batangdan nematoda. Penyaklit mati bujang diisebabkan oleh jamur Phytphthora parasitica, P. palmivora & Pythium aphanidermatum. Menyerang buah & batang pepaya.
Cara pencegahan: perawatan kebun yg baik, menjaga kebersihan, & drainase sedangkan penyakit busuk akar disebabkan oleh jamur Meloidogyne incognita. Nematoda. Apabila lahan telah ditanami pepaya, disarankan agar tidak menanam pepaya kembali, untuk mencegah timbulnya serangan nematoda. Tanaman yg terinfeksi oleh nematoda menyebabkan daun menguning, layu & mati.[hama dan penyakit pepaya]
8. PANEN
8.1. Ciri & Umur Panen
Tanaman pepaya dapat dipanen setelah berumur 9-12 bulan. Buah pepaya dipetik harus pada waktu buah itu memberikan tanda-tanda kematangan: warna kulit buah mulai menguning. Tetapi masih banyak petani yg memetiknya pada waktu buah belum terlalu matang.
8.2. Cara Panen
Panen dilakukan dengan berbagai macam cara, pada umumnya panen/pemetikan dilakukan denggan menggunakan “songgo” (berupa bambu yg pada ujungnya berbentuk setengah kerucut yg berguna untuk menjaga agar buah tersebut tidak jatuh pada saat dipetik).
8.3. Periode Panen
Panen dilakukan setiap 10 hari sekali.
8.4. Prakiraan Produksi
Tiap pohon kira-kira dapat menghasilkan 30 buah, bahkan sampai 150 buah. Setelah panen pertama, pohon pepaya akan terus menerus berbuah. Tetapi sebaiknya sesudah 4 tahun kebun itu harus dibongkar.
9. PASCAPANEN
9.1. Pengumpulan
Setelah dipanen buah diletakan disuatu tempat yg cukup, dekat dari lokasi & diberi alas plastik/ koran atau apa saja hingga buah terhindar dari kerusakan.
9.2. Penyortiran & Penggolongan
Pilihlah buah secara selektif, perhatikan bentuk, warna & ukuran. Tempatkan buah pada kelompoknya masing-masing, misalnya: kelompok A adalah buah yg belum masak, kelompok B buah yg sudah siap dimasak, kelompok C buah yg cacat & seterusnya. Sehingga akan mempermudah mengklasifikasikan.
9.3. Penyimpanan
Supaya buah itu matang petani perlu melakukan pengemposan (buah disimpan ditempat yg mempunyai suhu yg tinggi).
9.4. Pengemasan & Pengangkutan
Biasanya buah dikemas dengan keranjang dlm jumlah banyak yg dilapisi kertas/kantong bekas semen untuk menghindari luka pada buah /pada peti yg juga dilapisi dengan kantong semen & sejenisnya, setelah itu dimasukan kedalam truk untuk diangkut.

Belajar Budidaya Pepaya California

Budidaya Pepaya California

Pepaya merupakan salah satu buah tropis yang populer dijadikan sebagai buah meja. Ada beragam jenis pepaya, salah satu yang terbaik adalah pepaya California. Jenis yang satu ini banyak dikebunkan karena memiliki banyak keunggulan. Buahnya tidak terlalu besar sehingga praktis saat dikonsumsi. Berat buahnya antara 0,8 sampai 2 kilogram per buahnya, kulit tebal dan agak lonjong. Buah ini saat matang cenderung berwarna kuning dengan rasa yang manis, tekstur yang kenyal dan daging yang tebal. Selain itu, buah pepaya jenis California ini juga memiliki ciri batang yang dekat dengan tanah alias pendek sehingga memudahkan saat dipanen. Semua alasan ini membuat budidaya pepaya California semakin diminati di dunia termasuk di Indonesia. Tertarik?

Persyaratan Tumbuh 

Iklim

Jenis pepaya California termasuk pepaya dengan usia yang lebih pendek dibanding jenis lainnya. Meski demikian, pepaya ini sanggup hidup hingga 4 tahun dengan kemampuan produksi buah yang baik jika dirawat dengan baik. Pepaya California tumbuh optimal di area yang subur dengan tanah yang sedikit berpasir. Ia sanggup hidup di permukaan tanah dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Pepaya baiknya ditanam di lahan yang terbuka dan dilengkapi dengan sistem pengairan yang baik. Kelembaban tanah sebaiknya 6 sampai 7 pH dan suhu antara 25 sampai 30 derajat celcius. Curah hujan sebaiknya antara 1000 sampai 2000 mm per tahunnya. Jika ditanam pada area diluar persyaratan tadi, pepaya juga akan tumbuh tapi hasilnya kurang maksimal.


Bibit 

Dalam sistem budidaya pepaya California, sama seperti jenis pepaya lainnya, biasanya diperbanyak dengan cara generatif yakni dengan menggunakanbijinya. Sebaiknya soal bibit ini diusahakan sendiri dengan mengambil biji buah yang sengaja dibiarkan masak di atas pohon. Jika dianggap repot, biji atau benih pepaya California juga banyak dijual di toko pertanian. Setelah mendapatkan benih, terlebih dahulu harus disemaikan dengan cara direndam. Jangan pilih bibit yang mengambang sebab tak layak tanam. Bibit yang tenggelam kemudian diperam di dalam kertas Koran yang dibuat lembab kemudian simpan di tempat yang teduh hingga tumbuh tunas. Jika sudah terlihat tunasnya, pindahkan ke polybag untuk proses penyemaian. 
Budidaya Pepaya California 

Persiapan Lahan Tanam 

Setelah bibit tersedia, sebelum ditanam, tanah harus dipersiapkan terlebih dahulu. Persiapannya cukup sederhana. Lakukan pembersihan lahan terutama dari rumput dan gulma. Kemudian buatlah lubang tana dengan jarak dan ukuran 60 x 60 x 50 cm. Adapun soal jarak masing-masing lubang disesuaikan dengan jarak tanam pepaya. Untuk jenis California, jarak tanamnya adalah 2,5 m x 2,5 m bisa juga 2,5 x 2,75 m. Lubang tanam yang telah disiapkan dibiarkan kosong minimal selama 15 hari sebelum kemudian ditutup dengan tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang atau kompos.

Proses Penanaman

Dalam budidaya pepaya California, proses tanam dilakukan dengan hati-hati yakni memindahkan bibit yang telah disemaikan dari polybag menuju lubang tanam yang telah dipersiapkan. Bibit yang telah disemai selama 1, 5 bulan adalah bibit yang telah siap tanam. Sebaiknya, 1 hari sebelum penanaman, lahan diairi terlebih dahulu. Proses tanam harus dilakukan pada saat sore hari. Lakukan perlahan sebab tanah pada polybag tidak boleh hancur jika tidak, bibit akan layu dan mati.

Proses Pemeliharaan 

Proses penyulaman harus dilakukan sesegera mungkin apabila ada bibit yang mati karena penyakit tau hama. Atau apabila bibit yang menyimpang. Jadi, Anda harus mempunyai stok 25% bibit sulam dari jumlah total bibit yang ditanam. Proses pemeliharaan selanjutnya adalah pengairan. Pepaya menyukai air tetapi tidak tahan jika air menggenang sebab batangnya cepat busuk. Jadi sistem pengairannya harus tepat. Buat saluran drainase yang tidak membuat air mengepung pohon pisang. Misalnya dibuatkan parit di sekitar lubang tanam.

Proses pemeliharaan selanjutnya adalah pemupukan. Untuk hasil produksi yang optimal dan unggul, tentu pupuk diperlukan. Sebaiknya gunakan pupuk organik agar buah pepaya jauh lebih sehat untuk dikonsumsi. Pemupukan dimulai saat lubang tanam dipersiapkan dengan hitungan 40 kg pupuk organik per lubang tanam. Selanjutnya pemupukan dilakukan pada:
  1. Pemupukan setelah seminggu ditanam. Gunakan jenis pupuk NPK dengan hitungan 200 gram pupuk per pohonnya. 
  2. Saat tanaman memasuki usia 3 bulan, berikan pupuk NPK sebanyak 300 gram per pohonnya. 
  3. Memasuki usia 6 bulan, gunakan pupuk NPK sebanyak 500 gram per pohon dan ditambah dengan pupuk kandang sebanyak kurang lebih 40 kilogram per pohonnya. 
  4. Memasuki usia 9 bulan, berikan lagi pupuk NPK sebanyak 500 gram per pohonnya. 
  5. Di usia 12 bulan berikan pupuk NPK sebanyak 500 gram per pohonnya dan tambahkan 40 kilogram pupuk kandang.
  6. Setelah pohon berbuah, berikan pupuk KCI agar daya tahannya lebih kuat dan buahnya lebih manis. 

Hama Juga Penyakit 

Ada beberapa jenis hama yang biasa menyerang tanaman pepaya California. Antara lain hama kutu putih. Jenis hama yang satu ini bisa dikendalikan dengan menyemprotkan Regent, Bestox, Pestisida Akothion secara bergantian. Hama selanjutnya adalah Aphid dan juga tungu. Hama jenis ini menyerang dengan menghisap semua cairan yang ada pada daun muda pohon pepaya California. Pengendaliannya dengan disemprot pestisida curacron, mesurol dan akarisida.

Sementara itu, beberapa jenis penyakit yang ditakuti dalam budidaya pepaya California adalah Phytphora parasitica, P. Palmivora, juga Collectricum dan Pythium. Penyakit ini menyerang umumnya pada musim penghujan. Bagian yang diserang adalah daun, akar, batang bahkan buah. Pengendaliannya bisa dilakukan dengan cara penyemprotan seperti pada hama. Yang digunakan adalah larutan fungisida yang dicampur bersama air sebanyak 1 liter. Lakukan hingga sembuh.

Panen 

Dalam budidaya pepaya California, pemanenan dilakukan saat pohon berusia 8 sampai 9 bulan. Buah dipanen saat telah terlihat tanda matang yakni ada semburat berwarna kuning di bagian buah pepaya utamanya di ujung buah. Panen sebaiknya dilakukan dengan memotong bagian tangkai. Gunakan gunting pangkas dan bisa juga dengan pisau yang tajam. Panen dilakukan dengan periode wakti 10 hari sekali. Setelah buah pepaya dipanen, sebaiknya diletakkan di tempat yang terlindungi dari sinar matahari langusng dan diberi alas misalnya plastik.

BUDIDAYA PEPAYA

"panduan-budidaya-tanaman-buah-pepaya-natural-nusantara-distributor-nasa-pupuk-organik-cara-pemesanan-produk"SYARAT PERTUMBUHAN
Tanaman dapat tumbuh pada dataran rendah dan tinggi 700 - 1000 mdpl, curah hujan 1000 - 2000 mm/tahun, suhu udara optimum 22 - 26 derajat C dan kelembaban udara sekitar 40% dan angin yang tidak terlalu kencang sangat baik untuk penyerbukan. Tanah subur, gembur, mengandung humus dan harus banyak menahan air, pH tanah yang ideal adalah netral dengan pH 6 -7.

PEMBIBITAN
1. Persyaratan Bibit/Benih

  • Biji-biji yang digunakan sebagai bibit diambil dari buah-buah yang telah masak benar dan berasal dari pohon pilihan. Buah pilihan tersebut di belah dua untuk diambil biji-bijinya. Biji yang dikeluarkan kemudian dicuci bersih hingga kulit yang menyelubungi biji terbuang lalu dikeringkan ditempat yang teduh.
  • Biji yang segar digunakan sebagai bibit. Bibit jangan diambil dari buah yang sudah terlalu masak/tua dan jangan dari pohon yang sudah tua.
2. Penyiapan Benih
Kebutuhan benih perhektar 60 gram (± 2000 tanaman). Benih direndam dalam larutan POC NASA 2 cc/liter selama 1-2 jam, ditiriskan dan ditebari Natural GLIO kemudian disemai dalam polybag ukuran 20 x 15 cm. Media yang digunakan merupakan campuran 2 ember tanah yang di ayak ditambah 1 ember pupuk kandang yang sudah matang dan diayak ditambah 50 gram TSP dihaluskan ditambah 30 gram Natural GLIO.

3. Teknik Penyemaian Benih

  • Benih dimasukan pada kedalaman 1 cm kemudian tutup dengan tanah. Disiram setiap hari. Benih berkecambah muncul setelah 12-15 hari. Pada saat ketinggiannya 15-20 cm atau 45-60 hari bibit siap ditanam.
  • Biji-biji tersebut bisa langsung ditanam/disemai lebih dahulu. Penyemaian dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum bibit persemaian itu dipindahkan ke kebun.
4. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Pada persemaian biji-biji ditaburkan dalam larikan (barisan ) dengan jarak 5 - 10 cm. Biji tidak boleh dibenam dalam-dalam, cukup sedalam biji, yakni 1 cm. Dengan pemeliharaan yang baik, biji-biji akan tumbuh sesudah 3 minggu ditanam. Semprotkan POC NASA seminggu sekali dosis 2 tutup/tangki

5. Pemindahan Bibit
Bibit-bibit yang sudah dewasa, sekitar umur 2 - 3 bulan dapat dipindahkan pada permulaan musim hujan.

PENGOLAHAN MEDIA TANAM
1. Persiapan
Lahan dibersihkan dari rumput, semak dan kotoran lain, kemudian dicangkul/dibajak dan digemburkan.

2. Pembentukan Bedengan
  • Bentuk bedengan berukuran lebar 200 - 250 cm, tinggi 20 - 30 cm, panjang secukupnya, jarak antar bedengan 60 cm.
  • Buat lubang ukuran 50 x 50 x 40 cm di atas bedengan, dengan jarak tanam 2 x 2,5 m.

3. Pengapuran
Apabila tanah yang akan ditanami pepaya bersifat asam (pH kurang dari 5), setelah diberi pupuk yang matang, perlu ditambah ± 1 kg Dolomit dan biarkan 1-2 minggu.

4. Pemupukan
Sebelum diberi pupuk, tanah yang akan ditanami pepaya harus dikeringkan satu minggu, setelah itu tutup dengan tanah campuran 3 blek pupuk kandang yang telah matang atau dengan SUPERNASA.

TEKNIK PENANAMAN
1. Pembuatan Lubang Tanam
  • Lubang tanam berukuran 60 x 60 x 40 cm, yang digali secara berbaris. Biarkan lubang-lubang kosong agar memperoleh cukup sinar matahari. - - Setelah itu lubang-lubang diisi dengan tanah yang telah dicampuri dengan pupuk kandang 2 - 3 blek. Jika pupuk kandang tidak tersedia dapat dipakai SUPERNASA dengan cara disiramkan kelubang tanam dosis 1 sendok makan/10 lt air sebelum tanam. Lubang - lubang yang ditutupi gundukan tanah yang cembung dibiarkan 2-3 hari hingga tanah mengendap. Setelah itu baru lubang-lubang siap ditanami. Lubang-lubang tersebut diatas dibuat 1-2 bulan penanaman.
  • Apabila biji ditanam langsung ke kebun, maka lubang - lubang pertanaman harus digali terlebih dahulu. Lubang-lubang pertanaman untuk biji-biji harus selesai ± 5 bulan sebelum musim hujan.
2. Cara Penanaman
Tiap-tiap lubang diisi dengan 3-4 buah biji. Beberapa bulan kemudian akan dapat dilihat tanaman yang jantan dan betina atau berkelamin dua.

PEMELIHARAAN TANAMAN
1. Penjarangan dan Penyulaman
Penjarangan tanaman dilakukan untuk memperoleh tanaman betina disamping beberapa batang pohon jantan. Hal ini dilakukan pada waktu tanaman mulai berbunga.

2. Penyiangan
Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan penyiangan (pembuangan rumput). Kapan dan berapa kali kebun tersebut harus disiangi tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.

3. Pembubunan
Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan pendangiran tanah. Kapan dan berapa kali kebun tersebut harus didangiri tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.

4. Pemupukan
Pohon pepaya memerlukan pupuk yang banyak, khususnya pupuk organik, memberikan zat-zat makanan yang diperlukan dan dapat menjaga kelembaban tanah.


Cara pemberian pupuk:
  • Tiap minggu setelah tanam beri pupuk kimia, 50 gram ZA, 25 gram Urea, 50 gram TSP dan 25 gram KCl, dicampur dan ditanam melingkar.
  • Satu bulan kemudian lakukan pemupukan kedua dengan komposisi 75 gram ZA, 35 gram Urea, 75 gram TSP, dan 40 gram KCl
  • Saat umur 3-5 bulan lakukan pemupukan ketiga dengan komposisi 75 gram ZA, 50 gram Urea, 75 gramTSP, 50 gram KCl
  • Umur 6 bulan dan seterusnya 1 bulan sekali diberi pupuk dengan 100 gram ZA, 60 gram Urea, 75 gramTSP, dan 75 gram KCl
  • Siramkan SUPERNASA ke lubang tanam dengan dosis 1 sendok makan/10 liter air setiap 1-2 bulan sekali
  • Lakukan penyemprotan POC NASA dosis 3 tutup / tangki setiap 1-2 minggu sekali setelah tanam sampai umur 2-3 bulan
  • Setelah umur 3 bulan semprot dengan POC NASA 3 - 4 tutup ditambah HORMONIK dosis 1 - 2 tutup / tangki.
  • Penyemprotan hati - hati pada saat berbunga agar tidak kena bunga yang mekar atau lebih aman bisa disiramkan.
5. Pengairan dan Penyiraman
Tanaman pepaya memerlukan cukup air tetapi tidak tahan air yang tergenang. Maka pengairan dan pembuangan air harus diatur dengan seksama. Apalagi di daerah yang banyak turun hujan dan bertanah liat, maka harus dibuatkan parit-parit. Pada musim kemarau, tanaman pepaya harus sering disirami.

HAMA DAN PENYAKIT
Kutu tanaman (Aphid sp., Tungau). Badan halus panjang 2 - 3 mm berwarna hijau, kuning atau hitam. Memiliki sepasang tonjolan tabung pada bagian belakang perut, bersungut dan kaki panjang. Kutu dewasa, ada yang bersayap dan tidak. Merusak tanaman dengan cara menghisap cairan dengan pencucuk penghisap yang panjang di bagian mulut.
Pengendalian : semprot dengan Natural BVR atau PESTONA secara bergantian
Penyakit yang sering merugikan tanaman pepaya adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur, virus mosaik, rebah semai, busuk buah, leher akar, pangkal batang dan nematoda.
Penyakit mati bujang diisebabkan oleh jamur Phytophthora parasitica, P. palmivora dan Pythium aphanidermatum. Menyerang buah dan batang pepaya. Cara pencegahan: perawatan kebun yang baik, menjaga kebersihan, dan drainase serta sebarkan Natural GLIO ke lubang tanam, sedangkan penyakit busuk akar disebabkan oleh jamur Meloidogyne incognita.
Nematoda. Apabila lahan telah ditanami pepaya, disarankan agar tidak menanam pepaya kembali, untuk mencegah timbulnya serangan nematoda. Tanaman yang terinfeksi oleh nematoda menyebabkan daun menguning, layu dan mati. Pengendalian : Siramkan PESTONA ke lubang tanam

PANEN DAN PASCA PANEN
1. Ciri dan Umur Panen
Tanaman pepaya dapat dipanen setelah berumur 9-12 bulan. Buah pepaya dipetik harus pada waktu buah itu memberikan tanda-tanda kematangan: warna kulit buah mulai menguning. Tetapi masih banyak petani yang memetiknya pada waktu buah belum terlalu matang.

2. Cara Panen
Panen dilakukan dengan berbagai macam cara, pada umumnya panen/pemetikan dilakukan dengan menggunakan "songgo" (berupa bambu yang pada ujungnya berbentuk setengah kerucut yang berguna untuk menjaga agar buah tersebut tidak jatuh pada saat dipetik).

3. Periode Panen
Panen dilakukan setiap 10 hari sekali.

Saat ini PT. Natural Nusantara telah mengeluarkan 2 produk unggulan baru sebagai penyempurnaan produk sebelumnya, yaitu Pupuk Organik Serbuk Greenstar danSupernasa Granule Modern.

Pupuk Organik Serbuk Greenstar dikemas dengan sangat praktis dan ekonomis. Serta dalam produk Greenstar tersebut sudah terkandung unsur yang ada pada produk POC NASA dan HORMONIK. Dan pupuk organik Supernasa Granule Modernjuga dikemas dalam bentuk granule yang mantap sehingga lebih praktis dalam aplikasinya serta harganya lebih ekonomis.

Lihat dan silahkan dibuktikan untuk mengetahui bagaimana keunggulan produk baru ini. Pelajari produk Greenstar dan Supernasa Granule Modern di blog Produk Nasa.


Pemesanan Produk Natural Nusantara (NASA)
Hubungi segera INTI GROW - Distributor Resmi PT Natural Nusantara
Jl. Wahid Hasyim No. 63 B Yogyakarta
Telp : (0274) 389986, 4546304
Layanan konsultasi dan order :


 
081226523400, 085876267040
www.nasajogja.com

1.        SMS/Telp 081226523400 untuk konfirmasi Pemesanan.
2.        Kemudian akan dihitung jumlah biaya yang harus ditransfer.
3.        Transfer biaya pembelian + bea kirim (bila diperlukan) sesuai dengan pemesanan melalui BCA 4450965338 a/n Abror Yudi Prabowo atau MANDIRI 1370006554766 a/n Abror Yudi Prabowo .
4.        Konfirmasi Nama dan Alamat pengiriman Via Hp 081226523400

Teknik Budidaya Tanaman Pepaya Ramah Lingkungan Berbasis Teknologi Bio~FOB




Pepaya merupakan tanaman buah-buahan yang dapat tumbuh di berbagai belahan dunia dan merupakan kelompok tanaman hortikultura yang paling banyak digunakan sebagai sumber vitaman pada berbagai kalangan konsumen. Untuk keberhasilan usaha tani pepaya maka sangat penting di pahami bagaimana mempersiapkan bibit dengan baik dan berkualitas. Teknik biofob merupakan salah metode untuk membudidayakan pepaya secara organik dan ramah lingkungan.

1. PEMBIBITAN
Persyaratan Bibit/ Benih:
- Biji-biji yang digunakan sebagai bibit diambil dari buah-buahan yang telah masak benar dan berasal dari pohon pilihan. Buah pilihan tersebut di belah dua untuk diambil biji-bijinya. Biji yang dikeluarkan kemudian dicuci bersih hingga kulit yang menyelubungi biji terbuang lalu dikeringkan ditempat yang teduh.
- Biji yang segar digunakan sebagai bibit. Bibit jangan diambil dari buah yang sudah terlalu masak/tua dan jangan dari pohon yang sudah tua.
Penyiapan benih:
- Kebutuhan benih perhektar 60 gram (+ 2000 tanaman). Benih direndam dalam larutan BioFOB EC selama 20 – 30 menit (BioFOB EC di larutkan dalam aqua/air mineral sebanyak 50 – 100 ml/liter kemudian dibiarkan selama 2 jam sebelum digunakan. Larutan tersebut selanjutnya dapat digunakan selama 4 jam atau 5 – 6 kali perendaman), tiriskan dan ditebari dengan BioFOB WP kemudian disemai dalam polybag ukuran 20 x 15 cm. Media yang digunakan merupakan campuran 2 ember tanah yang diayak ditambah 1 ember pupuk OrganoTRIBA dan ditambah 50 gram TSP.
Teknik Penyemaian Benih:

- Benih dimasukkan pada kedalaman 1 cm kemudian ditutup dengan tanah. Disiram setiap hari. Benih berkecambah mucul setelah 12-15 hari. Pada saat ketinggiannya 15-20 cm atau 45-60 hari bibit siap ditanam.
- Biji-biji tersebut bisa langsung ditanam/disemai lebih dahulu. Penyemaian dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum bibit persemaian itu dipindah ke kebun.
Pemeliharaan Pembibitan/ Penyemaian:
- Pada persemaian biji-biji ditaburkan dalam larikan (barisan) dengan jarak 5-10 cm. Biji tidak boleh dibenam dalam-dalam, cukup sedalam biji, yakni 1 cm. Dengan pemeliharaan yang baik, biji-biji akan tumbuh sesuadah 3 minggu ditanam. Semprotkan pupuk hayati BioTRIBA BT2 seminggu sekali dosis 2 tutup/tangki.
Pemindahan bibit:
- Bibit-bibit yang sudah dewasa, sekitar umur 2-3 bulan dapat dipindahkan pada permulaan musim hujan.

2. PENGOLAHAN MEDIA TANAMAN
Persiapan:
- Lahan dibersihkan dari rumput, semak dan kotoran lain, kemudian dicangkul/dibajak dan digemburkan dan disemprot dengan Bioactivator BioTRIBA BT1 3 – 4 l/ha.
Pembentukan Bedengan:
- Bentuk bedengan berukuran lebar 20 – 250 cm, tinggi 20-30, panjang secukupnya,jarak antar bedengan 60 cm.
- Buat lubang ukuran 50 x 50 x 40 cm di atas bedengan, dengan jarak tanam 2 x 2,5 m.
Pengapuran:
- Apabila tanah yang akan ditanami pepaya bersifat asam (pH kurang dari 5), setelah diberi pupuk yang matang, perlu ditambah + 1 kg Dolomit dan dibiarkan 1 -2 minggu.
Pemupukan:
- Diberi pupuk, tanah yang akan ditanami pepaya harus dikeringkan satu minggu, setelah itu tutup dengan tanah campuran 3 blek pupuk kandang yang telah matang atau dengan BioTRIBA BT1.

3. TEKNIK PENANAMAN
Pembuatan Lubang Tanam:
- Lubang tanam berukuran 60 x 60 x 40 cm, yang digali secara berbaris. Biarkan lubang-lubang kosong agar memperoleh cukup sinar matahari, setelah itu lubang-lubang diisi dengan tanah yang telah dicampuri dengan pupuk kandang 2 -3 blek yang telah diberi BioTRIBA BT1. Lubang-lubang yang ditutupi gundukan tanah yang cembung dibiarkan 2-3 hari hingga tanah mengendap. Setelah itu baru lubang-lubang siap ditanami. Lubang-lubang tersebut di atas dibuat 1-2 bulan penanaman.
- Apabila biji ditanam langsung di kebun, maka lubang-lubang pertanaman harus digali terlebih dahulu. Lubang-lubang pertanaman untuk biji-biji harus selesai + 5 bulan sebelum musim hujan.
Cara Penanaman:
- Tiap-tiap lubang diisi dengan 3-4 buah biji. Beberapa bulan kemudian akan dapat dilihat tanaman yang jantan dan betina atau berkelamin dua.

4. PEMELIHARAAN TANAMAN
Penjarangan dan Penyulaman:
- Penjarangan tanaman dilakukan untuk memperoleh tanaman betina disamping beberapa potong jantan. Hal ini dilakukan pada waktu tanaman mulai berbunga.
Penyiangan:
- Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan penyiangan (pembuangan rumput). Kapan dan berapa kali kebun tersebut harus disiangi tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.
Pembubuhan:
- Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan pendangiran tanah. Kapan dan berapa kali kebun tersebut harus didangiri tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.
Pemupukan:
- Pohon pepaya memerlukan pupuk yang banyak, khususnya pupuk organik, memberikan zat-zat makanan yang diperlukan dan dapat menjaga kelembaban tanah
- Cara pemberian pupuk: pemupukan anorganik disesuaikan dengan dosis anjuran pada lokasi tersebut, dan dianjurkan dapat dikurangi 25 - 50% jika menggunakan pupuk hayati BT2.
- Siramkan pupuk hayati BioTRIBA BT2 ke lubang tanam dengan dosis 5 – 10 ml/lt air setiap 1-2 bulan sekali. Penyemprotan hati-hati pada saat berbunga agar tidak kena bunga yang mekar atau lebih aman bisa disiram.
Pengairan dan penyiraman:
- Tanaman pepaya memerlukan cukup air tetapi tidak tahan air yang menggenang. Maka pengairan dan pembuangan air harus diatur dengan seksama. Apalagi daerah yang banyak turun hujan dan bertanah liat, maka harus dibuatkan parit-parit. Pada musim kemarau, tanaman pepaya harus sering disirami.