Source: http://www.amronbadriza.com/2012/10/cara-membuat-popup-window-di-blog.html#ixzz2QgZ7w0A2

Selamat Datang Di Blog Rams Aroza

Selamat Datang Di Blog Rams Aroza

Selasa, 04 November 2014

BUDIDAYA PEPAYA

Cara praktis budidaya pepaya yang akan saya uraikan disini, bermaksud memanfaatkan bedengan bekas ditanami tanaman bernilai ekonomis tinggi, seperti lahan bekas budidaya cabe, budidaya melon, budidaya terong, budidaya tomat dll dimana dalam sistem budidaya yang digunakan menggunakan sistem mulsa PHP (Plastik Hitam Perak). Dengan asumsi pemupukan dasar saat penanaman tanaman pertama sesuai petunjuk budidaya yang sudah saya uraikan (lihat budidaya cabe, budidaya melon, budidaya tomat, budidaya terong).


Syarat Tumbuh Tanaman Pepaya

Tanaman pepaya tumbuh optimal pada daerah berketinggian tempat antara 200-500 mdpl. Tanaman pepaya membutuhkan sinar matahari penuh tanpa naungan, suhu udara berkisar 22-26°C, pH tanah 6-7.

Tanaman pepaya termasuk tanaman yang sensitif terhadap kekurangan dan kelebihan air. Jika terjadi kekurangan air, pertumbuhannya terhambat dan buah pepaya berbentuk tidak sempurna. Sedangkan jika kelebihan air (terutama ada genangan air) akar tanaman tidak dapat bernafas dengan baik, sehingga mudah terserang penyakit penyebab layu.

PELAKSANAAN BUDIDAYA PEPAYA

Persiapan Lahan

Persiapan lahan pada budidaya tanaman ini meliputi pembuatan lubang tanam (pembolongan mulsa) tepat di tengah bedengan dengan jarak tanam ideal 2,75m zigzag. Sistem tanam zigzag bertujuan menjaga kelembaban antar bedengan, terutama saat musim hujan. Lubangi mulsa dengan panjang 40cm, lebar 40cm. Bisa juga berbentuk bulat berdiameter 50 cm, kemudian dilakukan pembuatan lubang tanam dengan panjang 25cm, lebar 25cm, dan kedalaman 25cm. Pemberian pupuk kandang fermentasi dilakukan 2 minggu sebelum tanam sebanyak 0,5kg/lubang tanam, pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 200 g/lubang tanam.

Persiapan Pembibitan dan Penanaman

Persiapan pembibitan selama budidaya membutuhkan rumah atau sungkup pembibitan untuk melindungi bibit muda. Kemudian menyediakan media semai dengan komposisi 20 liter tanah, 10 liter pupuk kandang, dan 150 g NPK halus. Media campuran dimasukkan ke dalam polibag semai berukuran 8cmx10cm. Benih pepaya disemaikan ke dalam media sebanyak 1 butir/media. Untuk mempercepat perkecambahan benih permukaan media ditutup dengan kain goni (bisa juga menggunakan mulsa PHP), dijaga dalam keadaan lembab.

Pembukaan penutup permukaan media semai dilakukan apabila benih sudah berkecambah, baru kemudian benih disungkup menggunakan plastik transparan. Pembukaan sungkup dimulai jam 07.00-09.00, dibuka lagi jam 15.00-17.00. Umur 14 hari menjelang tanam sungkup harus dibuka secara penuh untuk penguatan tanaman. Penyiraman jangan terlalu basah, dilakukan setiap pagi.Penyemprotan kimiawi menggunakan fungisida berbahan aktif simoksanil dan insektisida berbahan aktif imidakloprid dilakukan umur 30 hss (hari setelah semai). Dosis/konsentrasi ½ dosis/konsentrasi terendah. Bibit berdaun sejati 4 helai siap pindah tanam ke lahan.

PEMELIHARAAN TANAMAN PEPAYA

Penyulaman

Penyulaman selama budidaya dilakukan sampai umur tanaman 1,5 bulan. Tanaman yang sudah terlalu tua apabila masih terus disulam akan berpengaruh terhadap pengendalian hama penyakit.

Perempelan

Perempelan tunas samping dilakukan pada tunas yang keluar di ketiak daun. Bertujuan memacu pertumbuhan vegetatif tanaman, agar tanaman pepaya tumbuh kekar, disamping itu juga menjaga kelembaban saat tanaman pepaya sudah dewasa. Dilakukan sampai munculnya bunga pertama.

Sanitasi Lahan dan Pengairan

Sanitasi lahan pada budidaya tanaman pepaya meliputi : pengendalian gulma/rumput, pengendalian air saat musim hujan sehingga tidak muncul genangan.

Pengairan diberikan secara terukur, dengan penggenangan atau pengeleban 2 minggu sekali jika tidak turun hujan. Penggenangan jangan terlalu tinggi, batas penggenangan hanya 1/3 tinggi bedengan.

Pemupukan Susulan

Pupuk akar diberikan sebulan sekali dengan cara pengocoran, yaitu pada umur 1-4 bulan dosisnya 4kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, tiap tanaman pepaya diberikan 1lt. Sedangkan umur di atas 4 bulan dosisnya 5kg NPK 15-15-15, 1kg ZK dilarutkan dalam 200lt air, tiap tanaman pepaya diberikan 1lt.

Pupuk daun kandungan Nitrogen tinggi diberikan umur 1 bulan, 2 bulan dan 3 bulan, sedangkan kandungan Phospat dan kalium tinggi diberikan umur di atas 6 bulan.

PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT TANAMAN PEPAYA


HAMA TANAMAN PEPAYA

Kutu Daun

Kutu daun mengisap cairan tanaman pepaya terutama pada daun muda, kotoran kutu berasa manis sehingga mengundang semut. Daun pepaya terserang mengalami klorosis (kuning), menggulung dan mengeriting, akhirnya tanaman pepaya kerdil. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Kutu Putih

Kutu putih berbentuk bulat dan berwarna kehijauan, seluruh tubuhnya diselumuti lapisan lilin berwarna putih. Hama menyerang tanaman pepaya dengan cara menghisap cairan daun dan menyelubungi buah pepaya. Serangan pada bunga menyebabkan kerontokan. Kotorannya sangat manis sehingga mengundang semut. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Kutu Kebul

Hama ini berwarna putih, bersayap, tubuhnya diselimuti serbuk putih seperti lilin. Kutu kebul menghisap cairan sel daun sehingga sel-sel dan jaringan daun pepaya rusak. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Tungau

Tungau bersembunyi di balik daun pepaya dan menghisap cairan daun. Daun pepaya terserang awalnya muncul bintik-bintik berwarna putih, serangan berat seluruh permukaan daun akan tampak berselaput putih, serta pada permukaan bawah daun terdapat benang-benang halus berwarna merah atau kuning. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida akarisida berbahan aktif propargit, dikofol, tetradifon, piridaben, klofentezin, amitraz, abamektin, atau fenpropatrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

PENYAKIT TANAMAN PEPAYA

Layu Bakteri

Serangannya disebabkan oleh bakteri, daun pepaya terserang terkulai lemas lalu gugur, pucuk tanaman pepaya membusuk dan terus menjalar ke bawah sampai akhirnya seluruh tanaman pepaya membusuk. Pengendaliannya dengan membongkar tanaman pepaya sakit sampai ke akar-akarnya, serta penyemprotan kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin. Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan. Sebagai pencegahan, dilakukan pengocoran menggunakan pestisida organik pada tanah setiap 1 bulan sekali, contoh super glio, wonderfat. Dosis/konsentrasi sesuai anjuran pada kemasan.

Busuk Phytopthora

Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman pepaya. Pangkal batang terserang membusuk kemudian terkulai, serangan serius menyebabkan tanaman pepaya layu. Daun pepaya terserang seperti tersiram air panas, layu, menguning dan menggantung di sekitar batang sebelum akhirnya rontok. Akar lateral membusuk, membentuk massa spora berwarna coklat tua, lunak serta berbau tidak enak. Pada buah serangan dimulai dari tangkai buah pepaya, buah diselimuti miselium cendawan berwarna putih, akhirnya buah pepaya mengeriput berwarna hitam. Pengendaliannya dengan sanitasi kebun, membongkar tanaman pepaya terserang sampai ke akar-akarnya, serta memusnahkan buah pepaya terserang. Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil atau dimetomorf dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram. Dosis/konsentrasi sesuai anjuran pada kemasan.

Antraknosa

Serangan antraknosa pada buah pepaya muda berbentuk luka kecil ditandai adanya getah yang keluar dan mengental, pada buah pepaya menjelang masak ditandai bulatan-bulatan kecil berwarna gelap, saat buah pepaya mulai masak bulatan semakin membesar berlekuk berwarna cokelat tua, disini cendawan akan membentuk massa spora. Pengendaliannya dengan sanitasi kebun, serta memusnahkan buah pepaya terserang. Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, dan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Virus

Gejala serangan virus umumnya ditandai dengan pertumbuhan tanaman pepaya mengerdil, daun mengeriting, terdapat bercak kuning kebasah-basahan dengan sisi daun pepaya bergaris-garis tidak teratur (mosaik). Penyakit virus sampai saat ini belum ditemukan penangkalnya. Penyakit virus ditularkan dari satu tanaman ke tanaman lain melalui vektor atau penular. Beberapa hama yang sangat berpotensi menjadi penular virus diantaranya adalah thrips, kutu daun, kutu kebul, dan tungau. Manusia dapat juga berperan sebagai penular virus, baik melalui alat-alat pertanian maupun tangan terutama pada saat pemangkasan. Beberapa upaya penanganan virus antara lain : membersihkan gulma (gulma berpotensi menjadi inang virus), mengendalikan hama/serangga penular virus, memusnahkan tanaman pepaya terserang virus, kebersihan alat dan memberi pemahaman kepada tenaga kerja agar tidak ceroboh saat melakukan penanganan terhadap tanaman pepaya.

Strategi Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Pepaya

Penyemprotan pestisida harus dilakukan berseling atau penggantian bahan aktif yang tertera di atas setiap melakukan penyemprotan, jangan menggunakan bahan aktif yang sama secara berturut-turut. Pepaya merupakan tanaman tahan terhadap serangan hama penyakit tanaman, sehingga penyemprotan dapat dilakukan 1 minggu sekali atau sesuai kebutuhan. Jadi penggunaan pestisida dapat dihemat.

PANEN PEPAYA

Buah pepaya dapat dipanen saat tanaman berumur 7 bulan. Buah dipanen adalah buah 20% masak. Untuk menjaga kondisi tanaman pepaya agar tetap sehat, saat pemanenan gunakan pisau atau sejenisnya supaya bekas potongan tidak mudah terserang penyakit terutama musim hujan.

Bisnis Cepat Kaya dari Budidaya Pepaya Calina (pepaya california)

Oleh  on 16 January 2013  Dilihat sebanyak : 51,611 Kali

langkah bisnis dot com bisnis pepaya california
langkah bisnis dot com : Bisnis Cepat Kaya dariBudidaya Pepaya Calina (pepayacalifornia). Meraup untung besar dari usahatanaman khususnya buah-buahan bukansesuatu yang baru lagi. Contohnya adalahkeuntungan besar yang didapat dari menanam papaya calina ini. Dari menanam pepaya calina petani bisa menghasilkan sekitar Rp 31- 35 ribu per pohon. Hasil panen pada tahap pertama daripepaya yang juga dikenal dengan nama lain IPB-9 ini berkisar 25 sampai 30 kg per pohon.Untuk harga jual buahnya di kebun mencapai Rp 3 ribu/ kg. Dalam sekali masa panen, petani sudah bisa untung sekitar Rp 55 ribu per pohon. Budidaya Pepaya Calina mulai berbunga pada usia tanam 4 bulan dan terus berbuah selama tahun. Pada saat buah yangbesar belum habis sudah muncul lagi buah yangbaru.
Ahmad Sasmita 36 th adalah petani pepaya calina di Desa Cibeuteung Muara, Kecamatan Ciseeng, Kab. Bogor mengatakan bahwa buah pepaya IPB 9 ini agak besar dan punya rasa yang manis. Beliau menanam pepaya jenis ini mulai Juni 2011, dan hingga sekarang telah panen 16 kalidengan hasil 1,2 ton dari 112 pohon yang ia tanam. Saat ini ia punya 500 pohon pepaya Calina.
Para pedagang pun berdatangan ke kebun pepaya Ahmad Sasmita, ada juga pedagang buah dariPasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Mengenai pasarnya, ia tak bingung, karena pedagang dari Kramat Jati tersebut memasok buah pepaya untuk super market carrefour dan meminta 8 kuintal pepaya dalam tiap minggunya dengan harga Rp 3.500/kg.
Prof. Dr. Ir Sriani Sujiprihati yang membudidayakan pepaya unggul IPB-9 menyatakan bahwa ia sudah melakukan penelitian papaya calina ini sejak tahun 2001. Pepaya ini telah melalui uji pasar, pelepasan varietas dan diseminasi kepada beberapa petani di berbagai wilayah. Untuk responpasar, papaya calina ini sangat diminati konsumen, hasil produktivitasnya sangat tinggi dan hargajuga bagus, tutur Prof Sriani di Kebun Buah milik Pusat Kajian Buah-buahan Tropika IPB di Tajur, Bogor.
Pemenang Rusnas Award tahun 2004 dan Dosen Berprestasi Tingkat Nasional 2006 itu telah membuktikan bahwa buah Indonesia punya kualitas unggul. Kita punya prinsip bahwa buah Indonesia tak kalah dengan buah impor. “Buah dengan label Indonesia yakni pepaya Calina, toh laku di pasaran dan berkualitas”, tuturnya.
Beliau juga mengatakan bahwa pepaya Calina dapat ditanam dengan populasi 1.000 1.500 pohon/ ha. Di usia tanam 4 bulan, pepaya ini sudah berbunga, dan pada usia tanaman 7 sampai 8 bulan buahnya sudah dapat dipanen. Hingga umur 2 tahun, pohon pepaya Calina tetap berbuah. Tinggi pohon papaya calina pada umur 2 tahun masih dapat dijangkau tangan manusia. Jadi untukpanennya masih dapat dipetik dengan tangan. Jika populasi tanaman 1.500 pohon per ha, makausaha tani ini bisa menghasilkan keuntungan Rp 82,5 juta, hanya dalam sekali awal masa panen.
Sumber Bisnis Cepat Kaya bisa didapat dari mana saja tak terkecuali dari bertani buah ini.
Raup Rp 30 Juta Per Minggu dari Pepaya Calina

PROBOLINGGO, KOMPAS.com — Tanah tandus tak membuat Rizal Pahlawi kehilangan akaluntuk menanaminya demi mengeruk rupiah. Tanah kritis yang berada di Perbukitan Bentar, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dia sulap menjadi kebun papaya.
Rizal tengah merawat pepaya calina. Dari pepaya ini, Rizal mengaku bisa meraup keuntungan puluhan juta tiap pekan
Rizal tengah merawat pepaya calina. Dari pepaya ini, Rizal mengaku bisa meraup keuntunganpuluhan juta tiap pekan
Warga Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, itu membudidaya pepaya jenis calina. Ia pun memetik hasilnya kini. Dalam seminggu, ia mengaku meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah.
Dengan menggandeng PT Bentar Makmur, Rizal (45) berhasil membudidaya pepaya seluas 8 hektar di lahan kritis. Ilmu yang dimilikinya dari disiplin ilmu pertanian juga ikut andil dalam kesuksesannya memanfaatkan tanah marginal yang tidak produktif menjadi tanah produktif. “Walau ditanam di tanah gersang, namun pepaya jenis ini memiliki rasa manis dan nikmat. Keunggulan dari pepaya calina, rasanya lebih manis jika dibandingkan dengan pepaya lain,” ujarnya di lokasibudidaya pepaya calina, Selasa (22/05/2012).
Dari hasil membudidaya pepaya calina, bapak beranak tiga ini meraup puluhan juta rupiah dalam sekali panennya. Hal itu didasarkan dengan 10.000 pohon pepaya yang dimilikinya, dalam seminggu ia memanen sebanyak satu kilogram pepaya matang per pohon. Dari jumlah pohon sebanyak itu, ia menghasilkan 10 ton pepaya segar. Dengan harga Rp 4.000-6.000 per kilogram,keuntungan yang dapat dikantonginya terbilang besar, berkisar Rp 40 juta. Dengan dipotong 10 persen untuk biaya operasional, Rizal mampu meraup keuntungan hingga Rp 30 juta per minggu.
Menurut Rizal, pepaya jenis calina harganya stabil dan mampu berbuah sepanjang masa tanpa mengenal musim. Selain rasanya manis, tinggi pohonnya  hanya berkisar 1,5 meter. Kelebihan lainnya adalah tanaman ini mudah perawatannya dan tidak membutuhkan banyak air. Untuk pengolahan sistem pengairan, ia menggunakan sumur artesis.

Teknis Budidaya Pepaya Berbuah Cepat

Cara Budidaya Pepaya Cepat BerbuahCara Budidaya Pepaya Berbuah Cepat
cara ini tergolong baru.
Namun sudah teruji berhasil yang kami kembangkan.
Hasilnya batang kokoh.
Tanaman pepaya berumur 1 tahun lebih
memiliki batang besar, sehingga tahan rebah.
Manfaat tanaman pepaya jika di pakai cara ini
akan menghasilkan pohon pepaya pendek,
dan cepat berbuah.
Gunanya mempermudah pemetikan pepaya.
cara budidaya pepaya
Usia 1 bulan / tinggi 40 cm potong pupusnya saja, supaya tumbuh tunas banyak seperti gambar ini
cara menanam pepaya
Potong ke 2 kalinya ketinggian tanah sekitar 15 cm. Atau dari tunas ke 3~5 dari bawah. Pilih 1 tunas terbaik
cara budidaya pepaya
Hasil dari pemanngkasan setelah umur 3~4 bulan, bermunculam buah dari bawa sekitar 20 cm









BUDIDAYA DAN PASCA PANEN CABE RAWIT


BUDIDAYA DAN PASCA PANEN CABE RAWIT
(Capsicum frutescens)
PENDAHULUAN
Cabe bukan merupakan tanaman asli Indonesia , walaupun hampir setiap hari penduduk Indonesia makan dengan cabe.  Cabe berasal dari Meksiko, Peru dan Bolivia , tetapi sekarang sudah tersebar diseluruh dunia.  Cabe merupakan komoditas pertanian yang merakyat seperti halnya bawang merah karena dibutuhkan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat.  Sehingga tidak mengherankan bila volume peredarannya di pasaran sangat besar.  Walaupun volumenya sangat besar dan dibutuhkan oleh semua kalangan, tetapi sampai sekarang harga cabai tidak pernah mantap (fluktuatif).  Di beberapa daerah sentra produksi, harga berubah hampir setiap waktu, tergantung jumlah barang dan permintaan.  Bila barang tidak ada karena iklim yang tidak mendukung , maka harga cabai akan melonjak tinggi.  Sebaliknya bila barang sedang membanjir harga bisa turun drastis.  Penurunan harga yang sangat tajam juga terjadi bila cuaca mendung dan kondisi lembab karena mutu cabe menurun dan cabe tidak tahan lama disimpan.
JENIS CABE RAWIT
Cabe rawit  sering juga disebut Hot Chili, cabe kecil atau “lombok jempling”.  Seperti halnya cabe besar, cabai rawit juga ada beberapa macam tetapi umumnya dikelompokkan menjadi tiga jenis :
  • Cabe kecil/mini/jemprit
Sesuai dengan namanya bentuk buah cabe rawit ini kecil dan pendek, panjangnya hanya 1-2 cm saja. Buah muda biasanya berwarna hijau  dan berubah menjadi merah tua kecoklatan bila masak.  Walaupun kecil tapi cabe rawit ini mempunyai rasa paling pedas di antara semua cabe rawit.
  • Cabe rawit putih
Cabe rawit yang bentuk buahnya langsing dan mempunyai ukuran rata-rata 4-6 cm.         Buahnya berwarna kuning keputih-putihan bila masih muda dan berubah menjadi merah kekuningan setelah masak.  Menurut beberapa pedagang  , cabe rawit jenis ini paling enak bila digunakan sebagai sambal bakso.  Bahkan pabrik saus lebih suka menggunakan cabe rawit putih ini , karena warna sausnya tidak kotor.  Konsumen di Jawa Timur paling menyukai jenis cabe rawit ini
  • Cabe rawit hijau
Buah cabe rawit hijau ini besar dan gemuk, dengan panjang sekitar 3 –4 cm.  Sesuai dengan namanya, waktu muda buahnya berwarna hijau tua dan berubah menjadi merah tua setelah masak  Rasa dari cabe rawit hijau ini lebih pedas dari cabe rawit putih , tetapi masih kalah dengan cabe rawit kecil.  Umumnya konsumen di Jakarta dan Bandung yang lebih menyukai cabe rawit ini.
SYARAT TUMBUH CABE RAWIT
Cabe dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 200 m di atas permukaan laut.  Tetapi bila udara sangat dingin sampai embun membeku (frost) mungkin tanaman akan mati.  Penanaman cabe pada waktu musim kemarau dapat tumbuh dengan baik, asal mendapat penyiraman cukup .  Temperatur yang baik untuk cabe adalah sekitar 20 o – 25 o C.  Bila temperatur sampai 35 o C pertumbuhan kurang baik.  Sebaliknya bila temperatur di bawah 10 o C, pertumbuhan kurang baik bahkan dapat mematikan.
Curah hujan pada waktu pertumbuhan tanaman sampai akhir pertumbuhan yang baik sekitar 600-1250 mm. Bila curah hujan berlebihan dapat menimbulkan penyakit , terbentuknya buah kurang dan banyak buah yang rontok  Tanah yang tergenang air walaupun dalam waktu yang tidak terlalu lama , dapat menybabkan rontoknya buah. Kekurangan hujan , dan tidak ada pengairan juga dapat membuat tanaman cabe menjadi kerdil.  Kelembaban yang rendah dan temperatur yang tinggi menyebabkan penguapan tinggi , sehingga tanaman akan kekurangan air.  Akibatnya kuncup bunga dan buah yang masih kecil banyak yang rontok.
Cabe rawit dapat ditaam di segala jenis tanah asal gembur, cukup unsur hara dan tidak tergenang air.  Tanah yang asam kurang baik untuk pertumbuhan cabe, maka perlu ditaburi kapur.  Tanah yang baik bila mempunyai pH  sekitar 6,5 .
BUDIDAYA CABE RAWIT
Cabe rawit dapat ditanam baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi, pada musim kemarau maupun musim hujan.  Tanah yang cocok untuk tanaman ini adalah tanah yang subur dan gembur , cukup mengandung bahan organik,humus dan tersedia saluran pembuangan air yang baik.
1.      Pembibitan
Biji cabe rawit harus disemaikan lebih dulu sebelum ditanam.  Untuk mempercepat pertumbuhannya , biji cabe sebaiknya direndam dahulu dalam air selama 24 jam sebelum ditanam.  Perlu diperhatikan bahwa biji cabe yang baik adalah biji yang betul-betul masak dan kering.  Cara menyemai biji cabe bermacam-macam , ada yang menggunakan kotak pesemaian, pesemaian di lapangan, kantung plastik atau kantung dari daun kelapa, enau, pisang dll.  Tanah yang digunakan untuk pesemaian menggunakan tanah yang subur dan bebas dari gangguan hama dan penyakit.  Pesemaian sebaiknya menggunakan atap dari daun rebu, daun kelapa maupun daunan lainnya agar suasana menjadi lebih lembab dan tanaman tidak terkena sinar matahari langsung.  Atap dapat dibuka atau ditutup menurut keperluan.  Kalau pagi sampai jam 10.00 atap dibuka, kemudian sesudah panas lebih dari jam 10.00 atap ditutup kembali .  Kalau persemaian dibuat dalam kotak kecil dapat dimasukkan dalam rumah.
2.      Pengolahan Tanah
Tanah harus dibajak dan dicangkul cukup dalam.  Maksud pencangkulan tanah adalah untuk membalik tanah dan menggemburkan tanah.  Tanah liat walaupun sudah dicangkul  atau dibajak menjadi gembur , cangkul lebih dalam (30-40 cm) dan diberi pupuk organis, misalnya kompos atau pupuk kandang dan dapat ditambahkan pasir.  Bila pupuk organis jumlahnya terbatas, maka pemberiannya cukup pada jarak 60 x 60 cm.  Pupuk organik, pasir dan tanah dicampur merata.  Pupuk organik selain menggemburkan tanah juga dapat menambah unsur hara .  Pupuk organik yang diberikan sebaiknya sudah matang atau sudah menjadi tanah.  Pupuk yang mentah biasanya masih panas sehingga dapat menyebabkan tanaman cabe menjadi layu dan mati.
3.      Pembuatan Bedengan
Bedengan dapat dibuat dengan ukuran lebar sekitar 90, 100 atau 125 cm dengan melihat kondisi tanah. Tinggi bedengan sekitar 20-30 cm , tergantung keadaan lahan , kalau lahan sering tergenang air pada waktu musim hujan maka bedengan dipertinggi.   Jarak antar bedengan sekitar 40-5- cm atau dapat dipersempit menjadi 30-35 cm.
4.      Pupuk Dasar
Pada waktu menanam cabe , tanah harus tersedia unsur hara yang cukup, maka bedengan yang telah dipersiapkan dapat diberi pupuk organik berupa pupuk kandang yang sudah matang.  Pupuk tersebut dapat disebarkan ke seluruh permukaan bedengan atau hanya ditempat tanaman cabe akan ditanam. Selain itu dapat ditambahkan pula pupuk SP 36 100 kg perhektar untuk menambah unsur P sedangkan pupuk lainnya dapat diberikan kemudian.
5.      Penanaman
Bibit cabe dapat dipindahkan setelah tumbuh setinggi kira-kira 15 cm di pesemaian.  Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 60 x 90 cm.  Pada saat pengambilan semai di lapangan atau semai kotak dapat menggunakan solet yang ditusukan dengan cara miring dan diangkat keatas sehingga semai akan terangkat ke atas. Tempat yang akan ditanami semai dibuat lubang sedalam akar tunggang.  Setelah ditanam segera disiram  dan diberi penutup pelepah pisang atau daun-daunan supaya tidak layu.  Bila semai berasal dari kantung plastik, maka kantong plastik harus disobek lebih dulu  pelan-pelan sehingga media tanahnya tidak pecah. Kalau media tanam pecah ada kemungkinan tanaman akan menjadi layu.  Bila plastik tidak disobek lebih dulu , di kemudian hari akar akan melingkar tidak dapat berkembang.  Setelah bibit cabe ditanam sebaiknya segera disiram air untuk menjaga kelembaban dalam tanah dan kelembaban tanaman.
6.      Penyiraman, drainase dan mulsa
Tanaman cabe sebaiknya sering disiram terutama pada saat musim kemarau karena tanahnya cepat kering.  Tanaman yang  terlalu lama kekeringan maka pertumbuhannya akan kerdil .  Untuk menghindari kekeringan dapat menggunakan mulsa dari dedaunan maupun dari jerami padi,  Mulsa dari daun lama kelamaan akan menjadi pupuk organik sehingga menambah kesuburan tanah.
Jika menanam cabe pada musim hujan diusahakan jangan sampai tergenang air.  Bila tanaman cabe terlalu lama tergenang air, akar-akarnya dapat menjadi busuk, daun mudah rontok dan akhirnya tanaman mati.
7.      Penyiangan
Bila di lahan banyak gulma maka harus segera disiangi agar tidak menjadi pesaing bagi tanaman cabai untuk mendapatkan unsur hara.  Jika dalam jangka waktu lama gulma tidak segera disiang, tanaman cabe akan menjadi kurus dan kerdil.  Namun pencabutan gulma perlu dilakukan hati-hati agar tidak merusak tanaman cabenya.  Untuk mengurangi munculnya gulma dapat juga menggunakan herbisida sebelum bibit cabe ditanam.
8.  Penggemburan
Tanah yang terlalu padat harus digemburkan dengan cara dicangkul (didangir) .  Tanah yang gembur peredaran udaranya menjadi lebih baik, sehingga perakaran menjadi lebih sehat.  Pada waktu menggemburkan tanah harus hati-hati, jangan terlalu dalam sebab jika terlalu dalam dapat merusak perakaran.  Akar yang luka tau putus juga mudah terkena infeksi sehingga tanaman menjadi sakit dan mati.
9. Pemupukan
Tanaman cabe yang telah ditanam sekitar satu minggu dapat segera dipupuk dengan pupuk N, K atau campuran urea dan KCl sebanyak 2 gram setiap tanaman.  Pupuk SP 36 tidak perlu diberikan lagi karena sudah diberikan sebelum penanaman sebagai pupuk dasar.  Pada waktu melakukan pemupukan tidak boleh mengenai batang karena akan merusak batang.  Pada waktu tanaman berumur 2-3 minggu dipupuk lagi sebanyak 5 gram per pohon.  Penggunaan pupuk daun maupun zat perangsang tumbuhan dapat diberikan sesuai dosis anjuran dalam label kemasan.
10.    Pengendalian hama dan penyakit
Tanaman cabe banyak diserang hama seperti thrips, kutu daun, lalat buah  dan lainnya , serta penyakit seperti antraknosa, layu bakteri, layu fusarium, bercak daun cercospora, busuk buah , daun keriting.
Adapun beberapa gejala dan pengendaliannya sebagai berikut :
  • Kutu daun Aphis gossypii
Kutu daun terdapat dimana-mana dan makan segala macam tanaman.  Kutu daun menyerang daun yang masih muda dan tunas muda. Daun muda yang dihisap , pertumbuhan tidak normal, kerdil berkerut dan keriting. .  Kutu apis ini dapat menularkan penyakit virus , daun menjadi kerinting .
Pengendalian secara mekanik dapat dilakukan bila jumlah tanaman terserang sedikit yaitu dengan memijit menggunakan tangan. Sedangkan secara kimia dapat menggunakan insektisida dengan dosis sesuai anjuran. Atau dapat juga dilakukan pengendalian biologi dengan menggunakan predator seperti kumbang macan .  Dapat pula menggunakan kertas aluminium yang dapat memantulkan sinar matahari ke balik (bawah ) daun tempat hama bersembunyi.
  • Thrips tabacci
Thrips menyerang hampir semua tanaman misal cabe, tomat, sayuran daun, kentang , tembakau dll.  Thrips menghisap cairan pada permukaan daun dan bekasnya berwarna putih seperti perak.  Bila serangan hebat akan terda[at banyak bercak dan warna daun menjadi putih. Daun yang diserang hama ini akan menggulung, bentuknya tidak normal dan menjadi keriting.  Karena thrips menjadi vektor virus, maka seringkali kelihatan ada mosaik pada daun yang diserang hingga pertumbuhan menjadi kerdil, daun sempit mengecil dan keriting.  Thrips pada umumnya bersembunyi dibalik daun sambil menghisap cairan.
Pengendalian secara mekanik dapat dilakukan bila jumlah tanaman terserang sedikit yaitu dengan memijit menggunakan tangan. Sedangkan secara kimia dapat menggunakan insektisida dengan dosis sesuai anjuran. Atau dapat juga dilakukan pengendalian biologi dengan menggunakan predator seperti kumbang macan .  Dapat pula menggunakan kertas aluminium yang dapat memantulkan sinar matahari ke balik (bawah ) daun tempat hama bersembunyi.
  • Lalat buah Dacus dorsalis
Buah cabe yang diserang lalat ini bentuknya menjadi kurang menarik dan ada benjolan.  Buah cabe akhirnya terkena cendawan sehingga menjadi busuk .  Buah cabe yang terserang sering dikira terserang penyakit.  Untuk membuktikannya sebaiknya buah dibelah dan bila terdapat larva kecil putih berarti diserang lalat buah.
Pengendalian dengan menggunakan sex pheromon seperti metil eugenol untuk memikat lalat jantan.  Kalau lalat jantan berkurang maka keturunannya juga akan berkurang.
  • Antraknosa
Penyebabnya adalah cendawan Colletotrichum capsicci yang tersebar dimana ada pertanaman cabe. Penyakit ini bisa timbul di lapangan atau pada buah yang sudah dipanen. Mula –mula pada buah yang sudah masak terdapat bercak kecil cekung kebasahan yang berkembang sangat cepat dan terdapat jaringan cendawan berwarna hitam.  Buah berubah menjadi busuk lunak, berwarna merah kemudian menjadi coklat muda seperti jerami.
Pengendalian dapat dilakukan dengan cara biji didesinfiksi menggunakan thiram 0,2 % (Benlate), dan jangan menanam biji dari buah yang sakit serta dapat menggunakan fungisida berbahan aktif mankozeb, propineb dan zineb.
  • Daun keriting chilli
Daun cabe yang terserang menjadi keriting dan warnanya menguning, bila serangan hebat pertumbuhan menjadi kerdil.  Tanaman cabe yang terserang ruas-ruasnya menjadi pendek, daun menjadi kecil dan tepi daun melengkung ke atas.  Penyakit ini banyak menyerang di musim kemarau.
Cabe yang telah terserang tanaman ini harus dicabut  dan dibakar, gulma harus dibersihkan dan dapat diberikan insektisida sistemik secara rutin dengan dosis anjuran sebelum tanaman terserang.
PASCA  PANEN CABE RAWIT
Panen
Tanaman cabe rawit dapat dipanen setelah berumur 2,5-3 bulan sesudah disemai.  Panenan berikutnya dapat dilakukan 1-2 minggu tergantung dari kesehatan dan kesuburan tanaman.  Untuk tanaman cabe rawit bila dirawat dengan baik dapat mencapai umur 1-2 tahun, apabila selalu diadakan pemangkasan dan pemupukan kembali setelah tanaman dipanen.  Pemupukan kembali dapat memberikan pupuk organik seperti kompos maupun pupuk kandang yang sudah menjadi tanah.
Pasca Panen
Cabe yang disimpan dengan suhu sekitar 4 o C dengan kelembaban 95-98 % dapat tahan sekitar 4 minggu dan pada 10 o C masih dalam keadaan baik sampai 16 hari.
Pengeringan .
Pengawetan dalam keadaan segar waktunya tidak akan lama, tetapi kalu dikeringkan waktu simpan bisa lama.  Cabe yang akan dikeringkan harus dipilih yng berkualitas baik, tangkai dibuang dan kemudian cabe dicuci bersih.  Kemudian dimasukkan dalam air panas beberapa menit, lalu didinginkan dengan cara dicelupkan dalam air dingin.  Selanjutnya ditiriskan di atas anyaman bambu atau kawat kasa sehingga airnya keluar semua.  Kemudian dijemur pada panas matahari sampai kering, biasanya kurang lebih selama satu minggu.
Pada musim hujan , pengeringan buah cabe dapat menggunakan pemanas.  Di dalam ruangan pemanas tersebut diberi para-para beberpa lapis untuk meletakkan cabe.  Lapisan cabe jangan terlalu tebal, cukup satu lapis agar cepat kering.  Sebagai sumber panas dapa memakai lampu listrik , kompor, tungku arang atau bahan lainnya.
Ruangan pemanas dapat dibuat dari kayu yang berbentuk seperti almari dan bagian dalam diberi lapisan seng.  Sumber pemanas diletakkan di bawah almari yang telah diberi lubang, di atas pemans ada para-para beberapa lapis.  Bagian atas almari diberi ventilasi yang yang penutupnya dapat diatur besar kecilnya lubang untuk mengatur suhu dalam almari. Suhu dalam almari diatur lebih kurang 60oC, jangan terlalu panas dengan mengatur ventilasi.  Apabila telah melebihi 60oC maka lubang ventilasi dibuka lebar.
Supaya cabe keringnya merata maka para-para bisa diubah letaknya, misal yang  atas di pindah ke bawah demikian sebaliknya.  Banyaknya para-para tergantung besar kecilnya almari dan jarak antar para-para sekitar 15-20 cm. Cabe dibolak-balik letaknya setiap 3 jam.
Dengan menggunakan alat pemanas paling lama dua hari buah cabe akan kering. Buah cabe dianggap kering bila kandungan airnya tinggal 8 %.  Dalam keadaan demikian buah cabe dapat disimpan lebih lama, namun harus dihindarkan dari serangan hama dan disimpan dalam wadah kedap udara.  Cabe yang dikeringkan dapat langsung dipakai atau dapat digunakan untuk campuran saos dan cabe bubuk.
Kemasasan Cabe
Sebelum buah cabe dijual sebaiknya dilakukan seleksi dengan memisahkan buah cabe yang bagus dan yang jelek kualitasnya.  Cabe-cabe tersebut harus dikemas dengan baik agar tidak rusak.  Dengan kemasan yang baik tentu akan menambah beaya namun kerusakan akan jauh lebih sedikit sehingga keuntungan masih lebih tinggi.
Buah cabe dapat dikemas dengan kantung plastik yang telah diberi lubang-lubang kecil dengan jarak anat lubang sekitar 5-10 cm .  setiap kantung plastik dapat diisi cabe dengan berat 0,5 kg; 1 kg; 1,5 kg atau 2 kg.  Selanjutnya kantung plastik diletakkan pada wadah yang dibuat dari bambu atau kardus.  Ukuran wadah sebaiknya tidak terlalu besar yaitu antara 10 x 25 x 25 cm sampai 35 x 50 x 40 cm.  Setiap sisi wadah diberi lubang dengan garis tengah 1 cm dan jarak antar lubang 10 cm.