Source: http://www.amronbadriza.com/2012/10/cara-membuat-popup-window-di-blog.html#ixzz2QgZ7w0A2

Selamat Datang Di Blog Rams Aroza

Selamat Datang Di Blog Rams Aroza

Selasa, 04 November 2014

Kiat sukses budidaya cabe rawit

Kiat sukses budidaya cabe rawit
Cabe rawit (Capsicum frutescens) merupakan tanaman dari benua Amerika. Tanaman ini cocok dikembangkan di daerah tropis terutama sekitar khatulistiwa. Tanaman ini paling cocok ditanam di dataran rendah dengan ketinggian 0-500 meter dpl. Meskipun begitu, cabe rawit bisa tumbuh baik hingga ketinggian 1000 meter dpl. Untuk tempat yang terlalu tinggi, produktivitas tanaman akan berkurang.
Di dataran tinggi, tanaman cabe rawit masih bisa berbuah. Hanya saja periode panennya lebih sedikit dibanding dataran rendah. Selain itu, produksi biji pada buah cabe rawit lebih sedikit. Ini bisa dianggap keunggulan atau kelemahan. Karena tentu saja konsumen menyukainya namun bobot buah menjadi ringan.
Cabe rawit yang dibudidayakan di Indonesia sangat beragam. Secara umum, masyarakat mengenal cabe rawit putih dan cabe rawit hijau. Padahal setiap tempat memiliki macam cabe rawit yang berbeda-beda.
Budidaya cabe rawit relatif lebih rendah resikonya dibanding cabe besar. Tanaman ini lebih tahan serangan hama, meskipun hama yang menyerang cabe besar bisa juga menyerang cabe rawit. Kali ini alamtani menguraikan kiat-kiat usaha budidaya cabe rawit, mulai dari pemilihan benih hingga penanganan panen.

Pemilihan benih cabe rawit

Dewasa ini telah banyak tersedia benih cabe rawit hibrida dengan keunggulannya masing-masing. Pilihlah benih yang sifatnya sesuai dengan kondisi lahan masing-masing. Bila sulit didapatkan atau harganya mahal, kita bisa menyeleksi benih cabe rawit sendiri.
Benih cabe rawit bisa didapatkan dari hasil panen sebelumnya. Gunakan buah dari hasil panen ke-4 hingga ke-6. Buah yang dihasilkan pada periode panen ini biasanya memiliki biji yang optimal. Pada hasil panen pertama hingga ketiga, biji dalam buah cabe rawit biasanya masih sedikit. Sedangkan menjelang periode akhir panen jumlah biji banyak tapi ukurannya kecil-kecil.
Untuk memilih benih cabe rawit yang baik, pilih beberapa tanaman yang sehat dan terlihat kuat. Dari tanaman tersebut pilih buah yang bentuknya sempurna, bebas dari serangan penyakit dan hama. Kemudian biarkan buah tersebut menua pada pohon. Kalau memungkinkan biarkan buah hingga mengering di pohon.
Setelah buah dipetik, potong secara membujur kulit buahnya. Buang biji yang terdapat pada bagian pangkal dan ujung buah, ambil biji pada bagian tengah. Biji pada bagian tengah biasanya yang paling berkualitas.
Kemudian rendam biji cabe rawit tersebut dalam air bersih. Buang biji yang mengambang, biji yang cocok jadi benih adalah yang berisi dan tenggelam dalam air. Kemudian jemur biji tersebut hingga kering, kira-kira selama 3 hari.
Kecuali untuk benih organik, kita bisa memberikan fungisida untuk menghindari serangan jamur. Kemudian simpan benih ditempat yang kering dan masih memiliki sirkulasi udara. Bila penyimpanannya benar, benih cabe rawit bisa bertahan hingga dua tahun.
Benih yang baik mempunyai daya tumbuh hingga 80 persen. Semakin lama benih disimpan, daya tumbuhnya akan terus berkurang. Bila daya tumbuhnya kurang dari 50 persen, sebaiknya jangan gunakan benih tersebut.

Penyemaian benih cabe rawit

Kebutuhan benih untuk satu hektar lahan budidaya cabe rawit sekitar 0,5 kg. Benih tersebut harus disemaikan terlebih dahulu untuk dijadikan bibit. Tempat penyemaian hendaknya diberi naungan untuk menghindari terik matahari langsung, kucuran hujan deras dan terpaan angin.
Siapkan polybag berukuran 5×10 cm kemudian isi dengan media persemaian hingga ¾ bagiannya. Media persemaian terdiri dari campuran tanah, arang sekam dan kompos dengan perbandingan 1:1:1. Ayak terlebih dahulu bahan-bahan tersebut dan aduk secara merata. Silahkan baca lebih lanjut membuat media persemaian.
Setelah media persemaian siap, rendam benih cabe rawit dengan air hangat selama kurang lebih 6 jam. Maksudnya untuk merangsang pertumbuhan. Kemudian masukkan benih kedalam polybag sedalam 0,5 cm, tutup permukaannya dengan media tanam.
Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore. Agar kucuran air tidak merusak media tanam, tutup permukaan polybag dengan kertas koran. Kemudian siram permukaan kertas koran dengan gembor hingga airnya menetes ke permukaan polybag.
Benih akan tumbuh menjadi bibit cabe rawit maksimal setelah dua minggu. Tapi biasanya pada hari ke-7 bibit sudah mulai tumbuh. Bibit cabe rawit baru bisa dipindahkan ke lahan terbuka setelah berdaun 4-6 helai atau kira-kira berumur 1 hingga 1,5 bulan.

Pengolahan tanah dan penanaman

Pengolahan tanah hendaknya dimulai bersamaan dengan pembibitan. Sehingga ketika bibit cabe rawit siap tanam, lahan sudah siap untuk dipakai.
Pengolahan tanah diawali dengan mencangkul atau membajak lahan sedalam kira 40 cm. Apabila lahan terlalu asam, netralkan dengan dolomit biasanya sekitar 1-4 ha/ton tergantung tingkat keasaman tanah.
Kemudian buat bedengan dengan lebar 100-110 cm dengan tinggi 30-40 cm dan panjang mengikuti kondisi lahan.Jarak antar bedengan selebar 60 cm. Campurkanpupuk organik, berupa kompos atau pupuk kandang sebanyak 15-20 ton/ha. BIla tanahnya kurang subur bisa juga ditambahkan urea, SP36 dan KCl secukupnya.
Penggunaan mulsa plastik hitam perak sebenarnya akan meningkatkan produktivitas, namun harus dipertimbangkan dengan matang karena biayanya. Melihat harga rata-rata cabe rawit dipasaran tidak setinggi cabe besar, penggunaan mulsa bisa merugikan.
Sebagai alternatifnya bisa digunakan mulsa dari jerami. Hanya saja perlu pengawasan lebih agar pemakaian jerami tidak mengundang hama dan penyakit.
Buat lubang tanam dengan jarak 50-60 cm, lubang tanam dibuat dalam dua baris dalam satu bedengan dengan jarak antar baris 60 cm. Pembuatan lubang dibuat zig-zag tidak sejajar. Hal ini berguna untuk meningkatkan penetrasi sinar matahari dan sirkulasi udara.
Pindahkan bibit dalam polybag semai kedalam lubang tanam dengan menyobek atau mencopot polybag semai. Kemudian siram dengan air untuk menjaga kelembabannya. Pemindahan bibit hendaknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Upayakan penanaman dalam satu hamparan bisa selesai dalam sehari.

Perawatan budidaya cabe rawit

Penyiraman diperlukan saat musim kemarau saja. Bila konsidisi terlalu kering tanaman cabe rawit bisa mati. Pengairan bisa dilakukan dengan kocoran atau merendam bedengan. Perendaman bendengan cukup dilakukan setiap dua minggu sekali.
Pemukan susulan ditambahkan setelah tanaman berumur 1 bulan sejak di bibit ditanam. Selanjutnya berikan pemupukan susulan setiap habis panen. Pemupukan susulan bisa menggunakan pupuk organik cair atau kompos. Berikan pupuk cair yang telah diencerkan sebanyak 100 ml untuk setiap tanaman. Sedangkan pupuk kompos sebanyak 500-700 gram. Bisa juga ditambahkan urea dan NPK sebagai pupuk tambahan.
Perawatan lain yang diperlukan adalah penyiangan. Karena budidaya cabe rawit jarang menggunakan mulsa maka penyiangan harus dilakukan lebih intensis. Upayakan bedengan untuk besih dari gulma.

Pengendalian hama dan penyakit

Tanaman cabe rawit sebenarnya agak tahan terhadap serangan hama. Namun bukan berarti kebal sama sekali. Hama yang menyerang cabe besar bisa juga menyerang tanaman cabe rawit. Hama tersebut antara lain, aphid, lalat buah, kepik, dll.
Sedangkan penyakit yang biasa menyerang tanaman cabe rawit adalah patek, kerdil, keriting daun dan busuk buah. Penyakit kebanyakan menyerang pada musim hujan, terutama pada curah hujan tinggi. Untuk pengendalian lebih lanjut, silahkan baca hama dan penyakit tanaman cabe.

Pemanenan cabe rawit

Cabe rawit sudah mulai berbuah dan bisa dipanen setelah berumur 2,5-3 bulan sejak bibit ditanam. Periode panen bisa berlangsung selama 6 bulan bahkan lebih. Umur tanaman cabe rawit bisa mencapai 24 bulan. Frekuensi panen pada periode masa panen tersebut bisa berlangsung 15-18 kali.
Namun semakin tua tanaman, produktivitasnya semakin rendah sehingga tidak ekonomis lagi untuk dipelihara. Untuk budidaya intensif, biasanya tanaman cabe rawit dipelihara hingga berumur 12 bulan. Budidaya yang baik bisa menghasilkan total produksi hingga 30 ton/ha.
Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Caranya dengan memetik buah beserta tangkainya. Buah cabe rawit yang dikehendaki adalah yang bentuknya ramping dan padat berisi. Tipe buah seperti ini biasanya rasanya pedas dan dihargai lebih tinggi di pasar dibanding buah yang besar namun kopong.

CARA MENANAM CABE RAWIT DI POLYBAG

Posted by:  | on June 25, 2014

cabe dlm polybagCabai rawit atau cabai kathur adalah anggota buah genus Capsicum. Selain di Indonesia, cabe rawit juga tumbuh sebagai bumbu masakan di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Cabai dapat tumbuh dengan baik di dataran tinggi, maupun di dataran rendah.  Tanaman cabai rawit menyukai daerah kering dan di temukan pada daerah ketinggian 0,5 – 1. 250 m dpl. 
Tanaman cabai rawit mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi sehingga banyak petani mengembangkan budidaya cabai rawit. Tidak hanya petani saja yang bisa mengembangkan budidaya cabai karena tanaman cabai dapat ditanam di halaman rumah dengan pot/polybag. Cara menanam cabe rawit di polybag cukup mudah dilakukan. Pada umumnya menanam cabai bisa dilakukan pada ketinggian 0-2000 meter diatas permukaan laut. Berikut beberapa langkah cara menanam cabai rawit dalam polybag:
  1. Pemilihan benih. Dalam memilih benih pastikan benih memiliki kualitas yang bagus.
  1. Penyemaian benih. Sebelum ditanam dalam polybag, cabai sebaiknya disemaikan terlebih dahulu. Tempat persemaian cabai rawit bisa berupa polybag ukuran kecil (8×9 cm), daun pisang, baki (tray) persemaian, atau petakan tanah.
  1. Menyiapkan lokasi penanaman. Media tanam harus sudah siap paling lambat dua minggu sebelum tanam, terdiri dari tanah gembur atau top soil, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan volume sama banyak yang diaduk sampai tercampur rata, kemudian masukan ke pot/polybag yang memiliki diameter minimal 30 cm. 
  1. Penanaman benih cabai.
  • Buat lubang di tengah media, kira-kira lebih besar sedikit dari ukuran media bibit.
  • Buka plastik bibit dengan cara dorong dari bawah dan jari menggenggam bagian atas. hati-hati jangan sampai
  • Masukan bibit ke lubang yang telah dibuat.
  • Tutup media bibit dengan media bekas pembuatan lubang, lalu ratakan.
  • Siram media tanam dengan air biasa secara merata.
  1. Merawat
  • Pemupukan, semprotkan pupuk organik cair pada masa pertumbuhan daun dan pertumbuhan buah.
  • Penyiraman, tanaman cabe sebaiknya disiram sekurang-kurangnya 3 hari sekali. Apabila matahari bersinar terik, siram tanaman setiap hari.
  • Hama dan penyakit tanaman cabai rawit, penggunaan pestisida sebaiknya dilakukan apabila tanaman cabai terlihat terserang hama atau sakit. 
  1. Memanen setelah 2 bulan ditanam. Masa panen terbaik adalah saat buah belum sepenuhnya berwarna merah, masih ada garis hijaunya.
Untuk menunjang budidaya cabe rawit dalam polybag, Anda bisa menggunakan produk pupuk organik NASA dari PT. Natural Nusantara, seperti POC Nasa, Hormonik, Supernasa dan Power Nutrition. Untuk pengendali hama tanaman cabai rawit, NASA juga menyediakan beberapa jenis produk pestisida alami. Untuk pengendalian hama jamur fusarium penyebab layu, Anda bisa gunakan GLIO. Untuk pengendalian hama kutu-kutuan, Anda juga bisa menggunakan Pestona, BVR atau Pentana. 
Penggunakan produk NASA terbukti efektif membantu meningkatkan produktivitas hasil panen tanaman cabai rawit. Anda bisa mencobanya. Silahkan order dengan menghubungi nomer telepon di bawah ini. Atau Anda juga bisa langsung berkunjung ke alamat berikut untuk mendapatkan produknya secara langsung.
Pemesanan Hubungi Segera – INTI GROW Distributor Resmi PT Natural Nusantara
Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB
Jl.Bibis KM.8 Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta
Telp. 0274-4537748, 4546304
Layanan konsultasi dan order :
0812 2652 3400, 0812 2763 4646
0818 0427 5856, 0856 4302 2464
Apabila nomor yang anda hubungi sibuk, silahkan hubungi ke nomor yang lain.
www.produknaturalnusantara.com

Tips Terbaik Budidaya Cabai (Cabe) Rawit


Cabai (Cabe) Rawit atau juga cabe kathur, adalah buah dan tumbuhan (genus Capsicum). Selain di indonesia, Juga tumbuh dan populer sebagai bumbu masakan di Negara-negara Asia tenggara. Di negara malaysia, dan Singapura Cabe rawit ini di namakan cili padi, Dan di Filipina adalah siling labuyo, Kemudian di negara Thailand adalah phrik khi nu, Di kerala, India, Terdapat masakan tradisional yang menggunakan Cabai atau cabe rawit tersebut dan di namakan kanthari mulagu. Dalam bahasa inggris ia di kenal dengan nama Thai pepper atau (bird's eye chili pepper). Cabai (Cabe) ini berubah warna dari hijau menjadi merah pada saat matang. Meskipun ukuranya lebih kecil dari pada varietas cabe yang lainya, dan ia dianggap dan terbukti lebih pedas, karena kepedasanya mencapai 50.000 - 100.000 pada skala (Scoville).
Tips Terbaik Budidaya Cabai (Cabe) Rawit


Cabe (Cabai) Merupakan tanaman perdu dari famili Terong-terongan atau (solanaceae). yang memiliki nama ilmiah Capsicum sp. Cabe tersebut berasal dari benua Amerika, Dan tempatnya di daerah peru danb kemudian menyebar ke Negara-negara benua Amerika, Eropa, Dan Asia. Termasuk juga Negara Indonesia, Dan selain di negara indonesia cabe juga tumbuh dan populer sebagai bumbu masakan di Negara-negara asia tenggara lainya.

Cabe (Cabai) Dapat tumbuh baik di dataran tinggi, maupun di dataran yang rendah. Bertanam cabe rawit tersebut dapat memberikan nilai ekonomi yang cukup tinggi apabila diusakan dan bersungguh-sungguh, Jika 1 hektar tanaman cabe (cabai) rawit mampu menghasilkan (8 ton buah cabai rawit) Karena tanaman cabe rawit dapat kita usahakan selama dua setengah tahun selama musim tanam.

Tanaman cabe rawit menyukai daerah yang kering, Dan di temukan pada daerah ketinggian 0,5 - 1. 250 m dpl. Perdu setahun, Percabangan banyak Tinggi 50 - 100 cm. Dan batangnya berbuku-buku atau bagian atas bersudut. Daun tunggal, bertangkai, letak bersilangan. Helaian daun bulat telur, Ujung meruncing, pangkal menyempit, Tepi rata, Pertulangan menyirip.

Panjang 5-9,5 cm, Lebar 1,5-5,5 cm, Berwarna hijau bunga keluar dari ketiak daun. Mahkota berbentuk bintang, Bunga tunggal atau 2-3 bunga yang letaknya berdekatan, Berwarna putih, Putih kehijauan, Kadang-kadang ungu. Buahnya buah buni, Tegak Kadang-kadang merunduk, yang berbentuk bulat telur, Lurus atau bengkok, Ujung meruncing, Panjang 1-3 cm, Lebar 2,5-12 mm, Bertangkai panjang, Dan rasa yang pedas. Buah muda berwarna hijau tua, Putih kehijauan, atau putih, Dan buah yang masak berwarna merah terang. berBiji banyak, bulat pipih, Berdiameter 2-2,5 mm, Berwarna kuning kotor, Cabe (Cabai) terdiri dari tida varietas, Yaitu : Cengek leutik yang buahnya kecil, Berwarna hijau, Dan berdiri tegak pada tangkainya. Cengek domba atau (Cengek bodas) yang buanya lebih besar dari cengek leutik, Buah muda berwarna putih, Dan setelah tua menjadi jingga, Dan ceplik yang buahnya besar, selagi muda berwarna hijau, Kemudian setelah tua menjadi Merah. Buahnya di pergunakan sebagai Sayuran, Bumbu masak, Acar, Dan Asinan. Daun muda dapat di kukus untuk lalap. Cabai (Cabe rawit) dapat di perbanyak dengan biji.

Jenis-jenis Cabai (Cabe Rawit) Yang Sering Diusahakan Adalah Cabe Rawit Sebagai Berikut Di Bawah Ini :    

1. Cabai kecil atau cabai jemprit : Buahnya kecil dan pendek, lebih pedas di bandingkan Jenis cabai yang lainya.

2. Cabai putih atau cabai domba : Buahnya lebih besar dari cabai jemprit atau cabai celepik, Rasanya juga tidak enak.

3. Cabai Celepik : Buahnya lebih besar dari pada cabai jemprit dan lebih kecil dari pada cabai domba, Dan rasanya tidak sepedas cabai jemprit, sewaktu muda berwarna hijau, Dan setelah masak berwarna merah cerah.

Syarat Tumbuh 

Untuk mendapatkan cabai rawit yang tinggi, Kita harus mengetahui syarat tumbuh yang di inginkan oleh cabai (Cabe) rawit. Adapun adalah Syarat-syarat sebagai berikut di bawah ini :

1. Tanah : Gembur, Subur, Atau banyak mengandung zat makan, Pembuangan airnya baik (Tidak tergenang) Dan banyak mengandung humus.

2. Tempat Tumbuh (Daerah) : Dataran Rendah, Dataran Tinggi.

3. Iklim : Tanaman cabai rawit dapat tumbuh baik pada daerah tropis atau yang kurang hujan, maupun daerah yang penghujan. Dan suhu udara yang di perlukan tanaman cabai rawit ini adalah berkisar antara 25 c - 31 c.

1.Bahan Dan Peralatan, Peralatan yang di perlukan untuk menanam cabai (cabe) rawit 

1. Cangklu
2. Garpu Tanah
3. Kored
4. Gembor ember
5. Sprayer
6. Ember
7. Meteran
8. Keranjang
9. Timbangan, Tali kenca (Pelurus


2. Bahan-bahan Yang Di Perlukan Untuk Menanam Cabai (Cabe) Rawit 

1. Benih cabai rawit
2. Pupuk kandang
3. Urea
4. TSP
5. Bambo
6. Insektisida
7. Fungisida
8. KCL
9. Plastik kecil bumbungan, Dan lalang atau dain kelapa

Bercocok Tanam : Pertumbuhan tanaman cabe rawit yang baik dan hasil produksinya tinggi merupakan dambaan dan harapan kita juga. Untuk mencapai tahapan tersebut kita haruslah melakukan kegiatan bercocok tanam cabe rawit yang menggunakan  sesuai dengan Langkah-langkah sebagai berikut di bawah ini.

Pengolahan Tanah :  Dapat di lakukan dengan membajak atau mencangkul sedalam 25-30 cm hingga tanah menjadi gembur, setelah itu di biarkan 7-14 hari untuk mendapatkan sinar matahari.

Pembuatan Bedeng : 

1. Lebar bedeng 100-120 cm
2. Tinggi bedeng 20-30 cm
3. Jarak antara bedeng dengan bedeng lainya 30-45 cm, Dan arah bedeng memanjang kearah selatan.

Syarat Pupuk Kandang Yang Baik Adalah :

1. Tidak berbau
2. Tidak panas
3. Berwarna Kehitam-hitaman, Dan Benar-benar telah matang

Jarak Tanaman Cabe Rawit :

1. 50 x 100 cm
2. 60 x 70 cm
3. 50 x 90 cm

Cara Pembuatan Jarak Tanaman :

1. Pasang tali kenca atau (Pelurus) sejajar dengan panjang bedeng, Kira-kira 10 cm dari tepi bedeng.
2. Ukur jarak tanaman yang di inginkan pada sepanjang tali kencana tersebut.
3. Kemudian buat lubang tanaman sesuai dengan jarak tanaman tersebut, Lalu di beri pupuk besar : 

a. Pupuk kandang = 1 kg / Lubang
b. Pupuk urea
c. Pupuk TSP
d. Pupuk KCI

4. Campurkan ke tiga pupuk buatan hingga rata dan masukkan pada setiap lubang yang telah anda buat.

Pesemaian : Pesemaian merupakan kegiatan untuk menghasilkan bibit tanaman atau calon tanaman yang baik. Adapun tahapan pesemaian adalah sebagai berikut di bawah ini :

1. Membuat bedeng atau tempat pesemaian, Ukuran bedeng pesemaian sebagai berikut :

a. Lebar bedeng : 1- 1,2 m
b. Panjang bedeng : 3-5 m
c. Tinggi bedeng : 15-20 m

2. Penyemaian benih : Kebutuhan benih untuk satu hektar berkisar antara 300-500 benih. Dan sebelum benih di semai atau di tabur, Tempat persemaian di siram merata terlebih dahulu, Dan beberapa cara menyemai benih cabai (Cabe) rawit sebagai berikut di bawah ini :

a. Semai bebas atau di tabur merata
b. Semai dalam baris
c. Semai berkelompok

Penanaman : Bibit tanaman cabai atau cabe yang telah berumur 1 bulan segera di tanam, dan penanaman sebaiknya pada sore hari agar tanaman tidak layu.

Ciri-ciri bibit yang siap tanam adalah sebagai berikut di bawah ini : 

a. Telah berumur 1 bulan
b. Tidak terserang hama dan penyakit
c. Pertumbuhan tanaman seragam

Cara penanaman 

a. Siram bibit yang hendak di tanam.
b. Pilih bibit yang akan di tanam.
c. Lepaskan bumbung atau plastik dari bibit.
e. Dapatkan tanah di sekeliling tanaman bibit yang telah di masukkan kelubang agar tidak rebah.

Pemeliharaan Tanaman

a. Penyiraman :Pemeliharaan tanaman di lakukan 2 kali sehari atau di sesuaikan dengan keadaan tanah. 

b. Penyiangan : Rumpu liar yang tumbuh di sekitar tanaman harus di cabit atau di siang dengan kored atau sabit.

c. Pemupukan : Jumlah pupuk yang di perlukan dalam 1 hektar adalah :
1. Urea : 200 kg
2. TSP : 200 kg
3. KCI : 150 kg

d. Hama dan penyakit : Hama yang sering menyerang tanaman cabe rawit adalah :

1. Tungau
2. Kutu daun berwarna kuning
3. Kutu gurem atau thrips

Tanda-tanda tanaman terserang :

1. Tanaman seperti berwarna perak
2. Tanaman tampak pucat
3. Daun menjadi layu

Pengendalian : 

1. Cabut tanaman yang terserang berat
2. Kumpulkan bagian tanaman yang terserang lalu di bakar

Panen

Panen : Penen merupakan kegiatan yang di Nanti-nanti untuk menikmati jerih payah selama penanaman, Produksi cabai rawit hampir sama dengan cabai (cabe) besar, Hanya saja umur cabai rawit lebih lama yaitu, 2-3 Tahun. sehingga produksi cabai rawit lebih tinggi dari pada cabai (cabe) besar.

Cabe rawit dapat di panen hijau atau (Muda) dan di panen merah atau telah masak. Apabila cabe rawit di panen hijau, Cabai akan kelihatan bernas dan berisi. Pemanenan cabai rawit dapat di lakukan 4-7 hari sekali atau tergantung pada situasi harga pasaran. 

Komposisi Cabai (Cabe)

Komposisi : Buahnya mengandung kapsaisin, kapsantin, karotenoid, alkaloid asiri, resin, minyak menguap, vitamin A dan C. Kapsaisin memberikan rasa pedas pada cabai rawit, Berkasiat untuk melancarkan aliran darah serta pematirasa kulit, Dan biji mengandung solanine, solamidine, solamargine, solasomine, dan steroid saponin, (kapsisidin). Kapsisidin berkasiat sebagai antibiotik.

Manfaat Cabai (Cabe) Rawit

Bagaian yang di pergunakan : Seluruh bagai tumbuhan dapat di gunakan sebagai tanaman obat, Seperti : Buah, Akar, Daun Dan batang.

Indikasi

Cabai (Cabe) Rawit dapat di pergunakan untuk :

1. Menambah nafsu makan.
2. Menormalakan kembali kaki dan tangan yang lemas.
3. Batuk berdahak.
4. Melegakan rasa hidung tersumbat pada sinusitis.
5. Migrain.

Cara pemakaian untuk obat yang di minum, Buah cabe rawit yang di pergunakan sesuai dengan kebutuhan, dalam  hal ini cabe rawit dapat di rebus atau di buat bubuk dan pil. Untuk pemakaian luar, Di rebus buah cabai rawit secukupnya, kemudian uapnya di pergunakan untuk memanasi bagian tubuh yang sakit, Atau giling cabe rawit sampai halus, Lalu turapkan kebagian tubuh yang sakit, Seperti : Rematik, Jari terasa nyeri karena kedinginan (frosbite) Gilingan daun yang di turapakan ke tempat yang sakit di gunakan untuk mengobati sakit perut dan bisul.

Contoh pemakaian di masyarakat

Kaki dan tangan lemas seperti lumpuh, sediakan 2 bonggol akar cabai rawit, 15 pasang kaki ayam yang di potong sedikit atas lutut, 60 g kacang tanah, Dan 6 butir hung cao, Kemudian bersihkan bahan-bahan tersebut dan di Potong-potong seperlunya. Tambahkan air dan arak sama banyak sampai bahan bahan tersebut terendam seluruhnya (Kira-kira 1 cm diatasnya) Lalu timramuan tersebut setelah dingin di saring dan air saringan lansung di minum. Sehari 2 kali Masing-masing separoh dari ramuan.

Sakit Perut : Cuci daun muda segar secukupnya, Kemudian di giling hingg halus, Dan tambahkan sedikit kapur sirih, lalu diaduk sampai rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian perut yang sakit 

Rematik :  Giling 10 buah cabai rawit hingga halus, dan tambahkan 1/2 sendok teh kapur sirih dan air perasan sebuah jeruk nipis, Kemudian diaduk sampai rata dan balurkan ramuan tersebut pada bagian tubuh yang sakit.

Frosbite : Buang biji beberapa buah cabai rawit segar, Lalu giling sampai halus, Kemudian balurkan ke tempat yang sakit.

Dengan Catatan : Penderita sakit saluran pencernaan, Sakit tenggorokan, Dan sakit mata dianjurkan untuk tidak mengkomsumsi cabai (cabe) Rawit tersebut. Rasa yang pedas di lidah menimbulkan rangsangan keotak untuk mengeluarkan endorfin (opiat endogen) yang dapat menghilangkan rasa sakit dan menimbulkan perasaan lebih sehat.

Dari Hasil penelitian terbaru cabe rawit dapat mengurangi kecendrungan tejadinya penggumpalam darah atau (trombosis), Dan menurunkan kadar kolesterol dengan cara mengurangi produksi kolesterol dan trigliserida di hati.

Pada sistem reproduksi, Sifat cabai rawit yang panas dapat mengurangi rasa tegang daan sakit akibat sirkulasi darah yang buruk. Selain dari itu dengan kandungan zat antioksidan yang cukup tinggi seperti vitamin C dan beta karoten. Dan cabe rawit dapat di pergunakan untuk mengatasi ketidak suburan (infertilitas) afrodisiak, Dan memperlambat proses penuaan.